Bisnis.com, LAMONGAN — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai Subholding Gas Pertamina, terus memperluas pemanfaatan gas bumi di sektor industri dengan menyalurkan gas pertama kali ke segmen industri yaitu PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan pada 1 Januari 2026.
Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief, mengatakan pada tahap awal, PT Bumi Menara Internusa Lamongan memanfaatkan gas bumi dengan volume sekitar 15.000 meter kubik (m³) per bulan.
"Seiring dengan peningkatan kebutuhan dan optimalisasi proses produksi, konsumsi gas bumi ini meningkat secara bertahap hingga 80.000 m³ per bulan," ucap Faishal Arief seperti dikutip Sabtu (3/1/2026).
Gas in ini, kata dia, merupakan bentuk dukungan PGN terhadap kebutuhan energi industri yang efisien, andal, dan berkelanjutan.
"Pemanfaatan gas bumi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung target transisi energi nasional," ujarnya.
PT Bumi Menara Internusa Lamongan juga memberikan apresiasi positif atas penyaluran gas ke industri tersebut dari PGN.
Baca Juga
- PGN Raih Apresiasi BPH Migas atas Dedikasi Energi
- Blok Pangkah Topang PGN SAKA Lampaui Target Pengeboran 2025
- Patuhi UU BUMN, RUPSLB PGN Setujui Penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan
"Penggunaan gas bumi membantu kami meningkatkan efisiensi energi dan mendukung operasional yang lebih stabil. Ke depan, kami optimistis pemanfaatan gas bumi akan semakin optimal seiring peningkatan kapasitas produksi," kata perwakilan manajemen PT Bumi Menara Internusa Lamongan.
Faishal menegaskan, PGN berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi industri lainnya untuk beralih menggunakan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Menurutnya, kehadiran gas bumi di sektor industri juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri nasional, serta memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Lamongan dan sekitarnya.




