Fasilitas kesehatan di Kota Serang, Banten, dilaporkan tidak beroperasi secara optimal setelah terendam banjir sejak Jumat, 2 Januari 2026. Banjir dengan ketinggian air 10 cm memenuhi seluruh area Puskesmas di Kota Serang.
Layanan Puskesmas menjadi lumpuh karena para petugas mengalami kesulitan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sejumlah alat medis juga dikabarkan rusak karena tergenang air sejak semalam, meskipun pelayanan dasar tetap dibuka. Banjir ini terjadi akibat genangan air dari hujan deras diperparah oleh drainase di area Puskesmas yang meluap.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Serang, Banten, dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat malam, 2 Januari 2026. Data sementara hingga Sabtu pagi, 3 Januari 2026, mencatat total 1.023 rumah terendam dan berdampak pada 3.033 jiwa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang Diat Hermawan mencatat 12 kejadian banjir tersebar di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang. Kecamatan Kasemen tercatat menjadi wilayah paling parah terdampak, di mana lingkungan Baru Bugis sempat terendam air setinggi 100 sentimeter.
Baca Juga :
Sebanyak 62 Kepala Keluarga (KK) telah mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat bencana ini. Selain permukiman, fasilitas umum seperti SDN Pamarican 01 dan 02 serta SDN Ambon juga dilaporkan ikut terendam.
BPBD Kota Serang telah menerjunkan personel untuk memantau situasi, mengevakuasi korban, serta melakukan pendataan lanjutan di lokasi terdampak. Meski sebagian besar titik banjir sudah berangsur surut, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih terpantau berawan.
(Aulia Rahmani Hanifa)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462207/original/086705500_1767514421-yakob.jpeg)