Libur Nataru, Souvenir dan Oleh-oleh Khas Kerinci Laris Manis

metrotvnews.com
2 hari lalu
Cover Berita

Jakarta: Musim libur Natal dan Tahun Baru membawa berkah bagi pelaku usaha souvenir dan oleh-oleh khas Kerinci. Permintaan souvenir, aksesoris, hingga kaus bertema Gunung Kerinci meningkat tajam seiring melonjaknya kunjungan wisatawan ke kawasan Kayu Aro, kaki Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Beragam produk khas Kerinci ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi unggulan, seperti Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan Danau Teh Kayu Aro. Harga souvenir relatif terjangkau, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu, sementara aksesoris dibanderol Rp5.000 hingga Rp20 ribu per item.

Peningkatan penjualan terasa signifikan dibanding hari biasa. Jika pada hari normal pendapatan pedagang berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari, selama libur Nataru omzet melonjak hingga Rp5 juta sampai Rp6 juta per hari.

Silfiya, pemilik toko Monci atau Mountain Kerinci, mengaku lonjakan permintaan paling terasa pada penjualan kaus. Dalam sehari selama libur Nataru, ia mampu menjual hingga 500 potong kaus, jauh meningkat dibanding hari biasa yang hanya sekitar 50 potong. Selain menjual souvenir dan aksesoris, Silfiya juga menyediakan penginapan bagi wisatawan. Penginapan yang dirintis sejak 1978 itu memiliki 15 kamar dengan tarif terjangkau, berkisar Rp50 ribu hingga Rp65 ribu per malam.
 

Baca Juga :

Wisatawan Serbu Oleh-oleh Khas Semarang

“Alhamdulillah, tahun baru ini permintaan meningkat, terutama kaus. Selain itu ada gantungan kunci, stiker, dan aksesoris lainnya. Untuk penginapan, tersedia sekitar 15 kamar,” ujar silfiya.

Hal serupa dirasakan Andi, pemilik Toko van Java. Ia menyebut lonjakan permintaan biasanya terjadi saat libur Nataru, Agustus, dan pasca-Lebaran. Untuk menjaga kualitas produk, bahan baku souvenir diproduksi di Bandung dan dipesan beberapa kali dalam setahun.

Peningkatan permintaan souvenir dan oleh-oleh khas Kerinci mulai terlihat sejak tiga hari menjelang pergantian tahun. Kondisi ini menunjukkan sektor ekonomi kreatif berbasis pariwisata di kawasan Gunung Kerinci terus bergerak positif, seiring meningkatnya minat wisatawan menghabiskan libur akhir tahun di Jambi.


(Farouq Faza Bagjawan Alnanto)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penjelasan Istana soal Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Niat dan Tata Cara Sholat Hajat Lengkap dengan Keutamaan
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pencekalan Eks Menag Yaqut Sampai Februari, KPK: Masih Ada 2 Bulan untuk Tentukan Perpanjangan
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Rodriguez Tegaskan Venezuela Tak Dikendalikan Agen Asing, Peran AS Belum Jelas
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pinago Utama (PNGO) Kembali Bagikan Dividen Interim Sebesar Rp70,3 Miliar
• 20 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.