GenPI.co - DPD Partai Demokrat NTB menegaskan partainya tidak antikritik, seusai melayangkan somasi terhadap Sudiro Wi Budhius.
Sudiro Wi Budhius di akun TikTok, disebut menuding Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di balik isu ijazah Jokowi.
Plt Ketua DPD Partai Demokrat Si Made Rai Edi Astawa mengatakan tudingan tanpa bukti, terhadap tokoh publik bisa merusak demokrasi.
“Jika setiap orang boleh menuding tanpa bukti, ini bukan kebebasan berpendapat. Tetapi, kesewenang-wenangan,” katanya dikutip dari Antara, Senin (5/1).
Dia pun berharap kasus Budhius itu, menjadi pengingat adanya batasan dalam berkomunikasi di ruang digital.
“Ini bukan membungkam kritik. Kita semua ingin memastikan kritik disampaikan melalui cara yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Rai menyatakan langkah hukum Partai Demokrat, bukan pilihan utama. Tetapi, lebih ingin penyelesaian damai melalui permintaan maaf terbuka Budhius.
“Kami sudah memberinya kesempatan melalui somasi. Tetapi, hingga saat ini belum ada itikad baik yang bersangkutan,” tuturnya.
Dia menekankan pentingnya permintaan maaf dengan terbuka. Sebab, tuduhan yang disebarkan itu masif di media sosial.
“Jika tuduhannya itu viral, maka permintaan maafnya juga harus viral. Ini mengenai keadilan,” ucapnya. (ant)
Video viral hari ini:


