Investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) Rp 2,08 triliun di pasar saham domestik sepanjang periode 29 Desember 2025–2 Januari 2026. Aksi akumulasi asing ini sejalan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 2,46% ke level 8.748,13 pada akhir pekan perdagangan
Dari sisi aktivitas, total nilai transaksi saham mencapai Rp 65,23 t dengan volume 125,17 miliar saham. Kapitalisasi pasar BEI juga meningkat 2,63% menjadi Rp 16.014 triliun, mencerminkan sentimen awal tahun yang relatif konstruktif di tengah masuknya dana asing
Pada perdagangan perdana di tahun 2026, Jumat (2/1) aksi net buy investor asing berlangsung dengan memborong saham Rp 1,06 triliun. Adapun volume perdagangan 48,82 miliar lembar saham dan frekuensi harian rata rata 3.077 kali.
Di tengah aksi beli investor asing itu, saham milik Grup Salim dan Bakrie PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi salah satu penggerak utama indeks. Secara mingguan, harga BUMI melonjak 16,02%, sekaligus memberikan kontribusi sekitar 15 poin terhadap penguatan IHSG.
Dari sisi likuiditas, BUMI tercatat sebagai saham dengan nilai transaksi terbesar, mencapai Rp 7,81 triliun, serta volume perdagangan tertinggi 20,35 miliar saham sepanjang pekan lalu
Selain BUMI, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga mencatatkan penguatan 8,76% dalam sepekan. BRMS turut masuk jajaran saham dengan nilai transaksi terbesar, yakni sekitar Rp 1,19 triliun. Kenaikan harga BRMS berkontribusi signifikan terhadap IHSG dengan sumbangan hampir 14 poin
Saham bakrie lainnya yang juga mendapatkan perhatian investor asing adalah PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Saham ENRG juga ikut terseret arus minat pasar pada sektor energi. Meski tidak masuk jajaran top value, ENRG tetap mencatatkan aktivitas perdagangan yang relatif aktif, seiring kenaikan indeks sektor energi yang melesat 6,40% sepanjang pekan
Merujuk data perdagangan Jumat (1/2) inventor tercatat membeli saham BUMI senilai Ro 889 miliar dan menjadi pembelian terbesar pada hari tersebut. Di urutan kedua ada saham BRMS dengan total pembelian asing Rp 252,49 miliar diikuti saham Bakrie lainnya yaitu PT Dharma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp 204 miliar.
Untuk saham BUMI minat investor asing terlihat dari pergerakan dua sekuritas kakap yaitu JP Morgan (BK) dan UBS Sekuritas (AK). JP Morgan tercatat memborong saham BUMI di harga rata rata Rp 407 dengan 6 juta saham sementara UBS memborong di harga rata rata 402 sebanyak 16,4 juta saham. Adapun pada perdagangan Jumat (2/1) saham BUMI ditutup di Rp 420.
Sementara itu asing justru tercatat melepas saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai Rp 366 miliar diikuti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 83,79 miliar. Di urutan selanjutnya ada saham energi milik suami Puan Maharani, Happy Hapsoro, dengan nilai sell Rp 54 miliar.




