Jakarta kembali menunjukkan ritmenya. Di hari pertama masuk sekolah usai libur panjang akhir tahun, Senin (5/1) pagi, denyut aktivitas ibu kota terasa hidup, bersama arus kendaraan yang kembali memenuhi jalanan.
Hari ini menandai hari pertama efektif kegiatan belajar mengajar pada semester genap tahun ajaran 2026. Bersamaan dengan itu, para pekerja juga kembali menjalani rutinitas normal, meski sebagian sudah lebih dulu masuk kerja beberapa hari sebelumnya.
Pantauan kumparan di ruas Jalan Mayjen Sutoyo hingga Jalan MT Haryono, dari arah Cawang (Jakarta Timur) menuju Pancoran (Jakarta Selatan), memperlihatkan wajah Jakarta yang kembali padat.
Pada pukul 7.26 WIB, arus lalu lintas secara umum terpantau ramai lancar. Namun, di sejumlah titik, kendaraan sempat tersendat hingga membentuk antrean mengular.
Salah satu titik kepadatan terlihat di Jalan Mayjen Sutoyo, tepat di depan Halte TransJakarta Cawang Sentral. Kawasan tersebut dipadati berbagai moda transportasi. Mulai dari bus, angkot, mobil, motor pribadi, serta pejalan kaki yang beraktivitas sejak pagi.
Sejumlah penumpang tampak menunggu bus di halte, sementara kendaraan bergerak perlahan menuju lampu merah dan belokan ke arah MT Haryono.
Setelah melewati titik tersebut, lalu lintas sempat kembali lancar sebelum tersendat ringan di sekitar Halte Cawang. Memasuki kawasan Tebet, arus kendaraan kembali terpantau ramai lancar. Kepadatan baru kembali terasa di sekitar lampu merah pertigaan menuju Semanggi dan Pasar Minggu.
Di tengah arus pagi itu, Ismi (23), seorang konsultan, merasakan betul perubahan suasana Jakarta usai liburan. Ia berangkat dari kosnya di kawasan Cikoko menuju kantornya di Pancoran dengan berjalan kaki.
“Jauh sih bedanya. Soalnya pas mungkin yang Senin kemarin kan sudah pada cuti kan orang-orang, nah itu sepi banget sampai tiga hari itu,” kata Ismi saat ditemui kumparan di lokasi.
Menurutnya, kepadatan pagi ini menjadi penanda aktivitas di Jakarta benar-benar telah berjalan normal kembali.
“Nah terus pas sekarang dari keluar kosan kayak, oh, sudah macet lagi, sudah benar-benar masuk kayak gitu. Sekolah juga sudah mulai masuk kan,” ujarnya.
Ismi pun menilai Jakarta kini telah kembali ke ritmenya semula.
“Iya, sudah ‘Jakarta lagi’ gitu,” ucapnya.
Ia berharap, memasuki tahun 2026, kondisi Jakarta bisa semakin membaik.
“Kalau untuk aku resolusinya jadi lebih sehat lagi, jadi lebih kurangin overthinking-nya segala macam. Dan untuk Jakarta, kan lagi musim hujan lagi ya, semoga nggak banjir kayak kemarin-kemarin lagi,” harap Ismi.
Hal serupa dirasakan Noel Gilbert (23), pekerja yang pagi itu tengah menempuh perjalanan dari Bekasi menuju Kapuk dengan motornya untuk kembali bekerja, usai berlibur empat hari.
“Lumayan padat sih apalagi habis liburan,” kata Noel.
Ia mengaku perjalanan dari Bekasi menuju tempat kerjanya sempat diwarnai kepadatan lalu lintas.
“Tadi lumayan macet kalau di jalan,” ujar Noel.
“Libur empat hari, Jadi sekarang mulai kerja lagi,” lanjut dia.
Bagi Noel, kepadatan lalu lintas di hari pertama aktivitas penuh ini menjadi pertanda bahwa Jakarta telah kembali ke kondisi normal usai pergantian tahun. “Iya, pasti,” ucapnya.
Memasuki awal tahun 2026, Noel pun menyimpan harapan sederhana untuk Jakarta.
“Semoga ke depannya Jakarta lebih baik lagi sih,” tandasnya.
Kembalinya arus lalu lintas yang padat di hari pertama sekolah ini menjadi penanda Jakarta telah meninggalkan jeda. Aktivitas pendidikan dan pekerjaan kembali berjalan beriringan, membawa kota ini kembali pada rutinitasnya.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F12%2F01%2F8326cd1a1f06c8ffcd2d128e619fe625-DJI_0563.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461740/original/090215100_1767436894-1.jpg)
