FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tiga laga terakhir di ajang Super League 2025/2026 seperti jadi pukulan telak bagi PSM Makassar.
Dari tiga laga ini, PSM Makassar sama sekali gagal mendapatkan satu pun poin.
Mereka menelan tiga kekalahan beruntun, jadi bukti bagaimana konsisten masih jauh dari tim PSM Makassar.
Di tiga laga ini, PSM Makassar menelan kekalahan dari Malut United 0-1, kemudian Persib Bandung dengen skor yang sama.
Terbaru di pekan ke-16, tim berjuluk Juku Eja ini kembali menelan kekalahan 2-1 dari Borneo FC pada Sabtu (3/1/2026) lalu.
Hasil buruk di tiga laga ini, bisa jadi tolak mengapa PSM bisa disebut masih jauh dari kata kosisten.
Pada awal kedatangan pelatih Tomas Trucha mereka seperti tim yang berbeda dengan rentetan hasil positif.
Saat itu, di tangan dingin Tomas Trucha mereka mampu meraih tiga kemenangan beruntun menghadapi Dewa United, PSBS Biak dan Persis Solo.
Namun untuk saat ini situasi yang dihadapi PSM seolah berbalik dengan tamparan tiga kekalahan beruntun.
Soal hasil ini, pelatih Tomas Trucha mengakui timnya memang masih jauh dari kata konsisten.
Untuk masalah konsistensi ini bukan hanya terjadi pada laga melawan Borneo FC.
Ini juga sudah terlihat pada dua pertandingan sebelumnya menghadapi Malut United dan Persib Bandung.
“Kami kesulitan bermain di level terbaik selama sembilan puluh menit,” kata Tomas Trcuha.
“Ini sudah terjadi tiga kali beruntun dan tentu ini tidak bagus untuk semuanya,” ungkapnya.
Untuk menghadapi situasi ini, pelatih berusia 53 tahun itu sudah menyiapkan langkah untuk kembali ke jalur kemenangan.
Langkah utama yang harus dilakukan tim saat ini adalah kembali ke lapangan latihan untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami harus menganalisa apa yang salah, bekerja lebih baik lagi, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” terangnya.
(Erfyansyah/fajar)



