Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Desember 2025. NTP tercatat sebesar 125,35 atau naik 1,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa kenaikan NTP didorong oleh peningkatan indeks harga yang diterima petani (It) yang naik lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib).
“Pada Desember 2025, indeks harga yang diterima petani meningkat 2,08 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani naik 1,02 persen,” ujar Pudji dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Januari 2026.
Selain NTP, BPS juga mencatat kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pada Desember 2025 sebesar 1,40 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.
BPS juga melaporkan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional pada Desember 2025 mencapai 130,77 atau mengalami kenaikan 1,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan NTUP ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja usaha pertanian pada akhir tahun.
Sementara itu, dari sisi harga komoditas pangan, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan tercatat mengalami kenaikan pada Desember 2025. Harga beras kualitas premium mencapai Rp13.905 per kilogram atau naik 2,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Harga beras kualitas medium tercatat sebesar Rp13.284 per kilogram atau naik 0,67 persen.
Adapun harga beras kualitas submedium di penggilingan tercatat sebesar Rp13.188 per kilogram atau meningkat 0,35 persen. Sementara itu, rata-rata harga beras pecah di tingkat penggilingan mencapai Rp13.583 per kilogram atau naik 1,45 persen.
Editor: Redaksi TVRINews





