Disorot Psikisnya, Komnas PA Ungkap Kondisi Mental Farel Prayoga

grid.id
2 hari lalu
Cover Berita

Grid.ID - Sorotan terhadap kondisi mental Farel Prayoga kian menguat di tengah polemik keluarga yang belakangan mencuat ke publik. Banyak pihak menaruh perhatian pada dampak psikologis yang mungkin dialami penyanyi cilik tersebut.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Hagistio Pradika akhirnya memberikan penjelasan. Lembaga tersebut menegaskan bahwa aspek kesehatan mental anak menjadi perhatian utama.

Hagistio menyebut Farel merupakan anak yang berada dalam situasi tekanan publik cukup tinggi. Popularitas di usia dini dinilai berpotensi memengaruhi kondisi psikis apabila tidak didampingi dengan baik.

Menurutnya, anak yang menjadi figur publik rentan mengalami stres. Terlebih ketika dihadapkan pada konflik keluarga yang terbuka di ruang publik.

“Anak dalam posisi seperti ini sangat membutuhkan pendampingan psikologis yang konsisten,” ujar Hagistio dalam keterangannya yang dikutip Grid.ID melalui akun Youtube Reyben Entertainment, Senin (05/01/2026).

Ia menjelaskan, tekanan mental pada anak tidak selalu terlihat secara kasat mata. Namun dapat muncul dalam bentuk perubahan perilaku, emosi, hingga motivasi belajar.

Hagistio menilai penting adanya ruang aman bagi Farel. Lingkungan keluarga dan manajemen disebut memiliki peran besar dalam menjaga kestabilan emosinya.

Dalam penilaiannya, ia menyebut Farel masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Namun, pemantauan tetap perlu dilakukan secara berkala.

“Secara umum kondisinya masih terkendali, tetapi tetap harus diawasi karena situasinya dinamis,” kata Hagistio.

Lembaga tersebut juga mengingatkan agar anak tidak dijadikan objek konflik orang dewasa. Perdebatan dan masalah keluarga seharusnya tidak dibebankan kepada anak.

Menurut Komnas PA, keterlibatan anak dalam polemik publik berpotensi menimbulkan trauma jangka panjang. Hal ini bisa berdampak pada perkembangan kepribadian di masa depan.

 

Komnas PA mendorong adanya pendampingan psikolog profesional. Pendampingan ini dinilai penting agar anak dapat mengekspresikan perasaannya secara sehat.

Selain itu, pihak sekolah dan lingkungan sosial juga diminta berperan aktif. Dukungan dari lingkungan sekitar dinilai sangat membantu proses tumbuh kembang anak.

Komnas PA berharap semua pihak dapat menahan diri dalam menyampaikan komentar di ruang publik. Terutama komentar yang berpotensi memperburuk kondisi mental anak.

“Kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Kasus yang melibatkan Farel Prayoga ini pun menjadi pengingat pentingnya perlindungan psikologis bagi artis cilik. Popularitas tidak boleh mengorbankan kesehatan mental dan hak anak untuk tumbuh dengan aman. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pesawat CN-235 Buatan RI Disebut Dipakai AS Serang Venezuela, Ini Spesifikasinya
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Macet Parah di Grogol, Sebagian Layanan Transjakarta Koridor 9 Dialihkan via Tol
• 16 jam lalusuara.com
thumb
Prabowo Umumkan Indonesia Resmi Swasembada Pangan 2025
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
BNPT Dorong Presiden Teken Perpres Status Terorisme Indonesia
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Palguna Cs Kembali Jadi Anggota MKMK Periode 2026
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.