JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai tawuran yang berulang di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, terjadi karena energi pemuda tidak tersalurkan dengan baik.
Ia mendorong agar mereka diarahkan pada kegiatan yang lebih produktif, termasuk bekerja.
“Jadi paling utama sebenarnya energinya itu harus tersalurkan secara benar. Dan untuk itu, maka ruang untuk yang melakukan tawuran ya energinya disalurkan, bekerja,” ucap Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).
Baca juga: Tawuran Manggarai Berulang, Pramono Duga Ada Pihak yang Sengaja Membenturkan Warga
Pramono mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab tawuran yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.
Ia juga menduga ada pihak yang sengaja memprovokasi.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Tawuran, Tawuran manggarai, pramono anung, Manggarai Bershalawat, energi pemuda&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNS8xODM5MDA0MS9wcmFtb25vLW5pbGFpLXRhd3VyYW4tbWFuZ2dhcmFpLWJlcnVsYW5nLWthcmVuYS1lbmVyZ2ktcGVtdWRhLXRhaw==&q=Pramono Nilai Tawuran Manggarai Berulang karena Energi Pemuda Tak Tersalurkan§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `“Kami menduga memang ada yang membenturkan. Tetapi nanti secara spesifik saya minta untuk Pak Walikota yang menjelaskan,” ucap Pramono.
Manggarai BershalawatUntuk meredam aksi tawuran yang kerap terjadi di lokasi itu, Pramono sempat menggagas program Manggarai Bershalawat.
Program ini mengumpulkan kelompok-kelompok warga yang sebelumnya terlibat bentrokan untuk duduk bersama dan mencari solusi.
Pada Jumat (23/5/2025), program Manggarai Bershalawat direalisasikan.
Pramono hadir bersama Wali Kota Jakarta Selatan, tokoh agama, serta aparat kepolisian.
Pramono mengakui, ide kegiatan ini berawal dari pertanyaan wartawan mengenai langkahnya menangani tawuran Manggarai.
Baca juga: DPRD DKI Usul Bansos Dicabut Jika Ada Anggota Keluarga Ikut Tawuran
Jawaban spontan tersebut kemudian diseriuskan hingga akhirnya digelar.
Awalnya, Pramono tidak terlalu berniat, karena informasi sudah tersebar luas, ia langsung merealisasikannya.
“Sebenarnya, Manggarai Bersolawat itu idenya terus terang karena benar-benar dari teman-teman media dan saya memfasilitasi untuk itu. Tetapi, yang paling utama adalah penyelesaian akar masalah berantem itu harus kita tahu apa yang menjadi akar sebenarnya,” ungkap Pramono di lokasi, Jumat.
Namun, setelah kegiatan “Manggarai Bershalawat” digelar, program tersebut tak lagi terdengar kabarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




