Pengamat Tegaskan Bencana Picu Lonjakan Inflasi Desember 2025 di Sumut

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MEDAN - Pengamat sekaligus akademisi dari Universitas Islam Sumatra Utara (UISU) Gunawan Benjamin membenarkan lonjakan inflasi Sumut pada Desember 2025 diakibatkan oleh bencana alam.

"Kenaikan laju tekanan inflasi di bulan Desember ini dipicu oleh faktor bencana alam," kata Gunawan kepada Bisnis, Senin (5/1/2026).

Sebagaimana diketahui, laju tekanan inflasi Sumut pada Desember 2025 dibanding November sebesar 1,66% (month-to-month/mtm). Secara kumulatif, Sumut mencatatkan inflasi 4,66% (year-on-year/yoy) di Desember 2025 dibanding Desember 2024.

Gunawan menyebut laju tekanan inflasi Sumut secara bulanan melampaui ekspektasi sebelumnya yang memungkinkan kenaikan dengan skenario terburuk sebesar 1%. Bencana alam disebutnya jadi pemicu kenaikan inflasi Desember.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Dia menjelaskan, bencana yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh telah membuat arus distribusi barang dari wilayah sumber produksi mengalami gangguan serius. 

Cabai rawit, misalnya, menjadi komoditas yang mengalami kenaikan harga lebih dari 100% pada bulan Desember. Hal ini lantaran petani cabai di Aceh kesulitan untuk menjual produk pertanian mereka ke wilayah konsumen seperti Medan maupun Sumut secara keseluruhan.

Gunawan mengatakan cabai rawit Aceh mendominasi pasokan di wilayah Sumut termasuk sejumlah wilayah lainnya seperti di Riau.

Pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi sekaligus pada akhir November lalu, lanjutnya, hanya cabai merah yang mampu mengalami pemulihan dengan distribusi yang berangsur membaik.

"Cabai rawit hingga saat ini belum dapat terdistribusi dengan baik lantaran medan yang masih sulit diakses," ujarnya.

Selain cabai rawit, Gunawan membeberkan sejumlah komoditas lain yang jadi penyumbang inflasi di Sumut pascabencana. Bawang merah, secara bulanan menyumbang inflasi 0,24% pada Desember. Distribusi bawang merah dari wilayah Sumatra Barat yang telah mengalami pemulihan pascabencana diprediksi akan menekan andil komoditas ini terhadap inflasi Sumut.

Hal yang sama disebutnya terjadi pula pada peternak ayam. Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah membuat distribusi pasokan ayam bakalan (indukan) terhambat yang tampak dari andil inflasi daging ayam sebesar 0,13%.

Begitupula dengan penurunan produksi kelapa akibat bencana yang mengakibatkan komoditas ini berandil 0,14% terhadap inflasi bulanan Sumut periode Desember.

"Untuk kenaikan harga beras justru lebih dikarenakan oleh memburuknya pasokan seiring dengan musim panen raya yang sudah terlewati," tambahnya.

Adapun inflasi bulanan tertinggi di Sumut pada Desember 2025 terjadi di Kota Gunung Sitoli Nias sebesar 6,94% (mtm) meski wilayah ini tak terdampak bencana langsung.

Gunawan menjelaskan lonjakan inflasi di Gunung Sitoli diakibatkan oleh gangguan distribusi pasokan pangan serius di Kota Sibolga, daerah yang sempat terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November lalu.

"Dari hasil pengamatan, pada saat bencana terjadi di Kota Sibolga, harga cabai merah sempat ditransaksikan sebesar Rp350 ribu per kg," katanya.

Dia menyebut Gunung Sitoli banyak mengandalkan pasokan dari jalur yang melewati Sibolga sehingga harga sejumlah kebutuhan pangan di Gunung Sitoli mengalami kenaikan yang lebih parah saat bencana terjadi dan bertahan lebih lama dibandingkan dengan wilayah lain di Sumut. Kondisi ini memicu lonjakan inflasi di Gunung Sitoli.  (240)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Catatan Dahlan Iskan: Gagal Sukses
• 23 jam lalugenpi.co
thumb
Donasi Masjid di Gunungkidul yang Dirobohkan-Ditipu Donatur Capai Rp 200 Juta
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Uji Coba One Way Salemba Tengah Hari Kedua, Warga Akui Belum Terbiasa
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Selebgram Wanita Tiongkok Berusia 20 Tahun Terlantar di Jalanan Kamboja, Ia Ditemukan Dalam Kondisi Linglung dan Cedera Lutut 
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Hasil dan Klasemen Terbaru Liga Inggris 2025-2026: Satu Pelatih Lagi Dipecat Susul Ruben Amorim dan Enzo Maresca?
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.