China Lancarkan 2,63 Juta Serangan Siber per Hari ke Taiwan

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

VIVA – Biro Keamanan Nasional Taiwan (National Security Bureau/NSB) mengungkapkan bahwa pasukan siber China melancarkan rata-rata 2,63 juta upaya intrusi per hari terhadap infrastruktur kritis Taiwan sepanjang tahun 2025. Angka tersebut meningkat sekitar enam persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam laporan bertajuk "Analisis Ancaman Siber Tiongkok terhadap Infrastruktur Kritis Taiwan pada 2025", NSB menyebutkan bahwa sektor energi, layanan penyelamatan darurat, dan rumah sakit  menjadi sasaran utama, dengan lonjakan serangan tahunan paling signifikan dibanding sektor lainnya.

Baca Juga :
Presiden Venezuela Nicolas Maduro Tumbang: AS Untung, China Buntung
Ekspor RI Terbanyak ke Tiongkok, Nilainya Tembus US$58,24 Miliar

Laporan tersebut menjelaskan bahwa serangan siber dari aktor Tiongkok dilakukan melalui empat taktik utama, yakni eksploitasi kerentanan perangkat keras dan perangkat lunak, serangan penolakan layanan terdistribusi (DDoS), rekayasa sosial, serta serangan terhadap rantai pasokan.

Dari keempat metode itu, eksploitasi kerentanan sistem menyumbang lebih dari separuh total upaya intrusi.

NSB juga mengidentifikasi lima kelompok peretas utama asal Tiongkok yang aktif menargetkan infrastruktur penting Taiwan, yakni BlackTech, Flax Typhoon, Mustang Panda, APT41, dan UNC3886. Kelompok-kelompok tersebut memusatkan serangan pada lima sektor strategis, meliputi energi, perawatan kesehatan, komunikasi dan transmisi, administrasi pemerintahan dan lembaga publik, serta teknologi.

Sepanjang 2025, setidaknya 20 kasus penyebaran ransomware terdeteksi, dengan sasaran utama rumah sakit besar, yang dinilai berpotensi mengganggu operasional layanan kesehatan vital.

NSB mencatat bahwa intensitas serangan siber meningkat tajam pada momen-momen sensitif secara politik. Puncak serangan terjadi menjelang peringatan satu tahun pelantikan Presiden Lai Ching-te pada Mei, serta kembali meningkat saat kunjungan Wakil Presiden Hsiao Bi-khim ke Eropa pada November.

Meski demikian, badan keamanan tersebut tidak merinci jumlah upaya intrusi yang berhasil menembus sistem pertahanan Taiwan.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa sepanjang 2025, lembaga keamanan siber dan intelijen di kawasan Indo-Pasifik, NATO, dan Uni Eropa secara konsisten mengidentifikasi Tiongkok sebagai sumber utama ancaman keamanan siber global.

Untuk menghadapi eskalasi tersebut, NSB menggelar dialog keamanan informasi dan konferensi teknis dengan lebih dari 30 negara sepanjang tahun lalu. Taiwan juga memperkuat kerja sama dengan mitra dan sekutu internasional guna memperoleh intelijen terkini terkait pola serangan siber Tiongkok.

Baca Juga :
Pabrik Mobil Korea Selatan Mulai Kewalahan Hadapi China
Trump Yakin Serangan AS ke Venezuela Tak Pengaruhi Hubungan dengan Xi Jinping
Serang dan Tangkap Presiden Venezuela Maduro, China Sebut AS Berlagak Seperti 'Polisi Dunia'

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Inara Rusli Minta Damai, Polisi Tetap Lakukan Gelar Perkara dengan 7 CCTV Hingga DM Instagram Jadi Bukti
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Jejak Rasa Sop Saudara, Warisan Kuliner yang Membentuk Identitas Pangkep
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Nusron: Transparansi Waktu Jadi Kunci Pelayanan Pertanahan
• 15 jam lalueranasional.com
thumb
Diperiksa Sebagai Tersangka, Richard Lee Dapat Privilege dari Polisi! Ini Buktinya
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Soft Life: Jalan Perempuan Menjaga Kewarasan
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.