JAKARTA, KOMPAS.TV - Psikolog forensik Reza Indragiri menilai motif ekonomi yang disampaikan kepolisian tidak sepenuhnya menjelaskan pembunuhan anak politisi PKS, Maman Suherman.
Menurutnya, tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku lebih menunjukkan adanya motif emosional dibandingkan motif ekonomi.
Dalam wawancara di program Kompas Malam, Senin (5/1/2026), Reza menjelaskan bahwa dalam kajian psikologi forensik terdapat dua jenis motif kejahatan.
Pertama, motif instrumental, yaitu kejahatan yang dilakukan untuk memperoleh manfaat tertentu. Kedua, motif emosional, yakni kejahatan yang dilakukan untuk meluapkan perasaan negatif seperti marah, dendam, benci, atau sakit hati.
Baca Juga: Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon
“Motif kejahatan itu ada dua. Satu, motif instrumental yaitu seseorang melakukan kejahatan untuk mendapatkan manfaat tertentu. Dan juga ada motif emosional yaitu bagaimana seseorang melakukan kejahatan untuk meluapkan perasaan negatif yang dia punya,” kata Reza.
Ia menyebut, jika pencurian disebut dilatarbelakangi motif ekonomi, hal itu masih dapat diterima.
Namun, menurutnya, pembunuhan tidak dapat serta-merta dijelaskan dengan motif yang sama.
“Kalau pihak kepolisian menarasikan bahwa pencurian itu dilatarbelakangi oleh motif instrumental atau motif ekonomi, masuk akal. Tetapi kalau dikatakan bahwa pembunuhan itu dilatarbelakangi oleh motif ekonomi, menurut saya tidak masuk akal,” ujarnya.
Reza kemudian menyoroti kronologi versi kepolisian yang menyebut korban melakukan perlawanan sehingga pelaku diduga panik dan melakukan kekerasan.
Menurutnya, pada titik tersebut, motif pembunuhan tidak lagi bersifat instrumental.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- Politisi PKS
- pembunuhan anak politisi PKS
- Reza Indragiri
- psikolog forensik
- motif pembunuhan
- motif ekonomi



