Penulis: Herdian Giri
TVRINews, Yogyakarta
Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta masyarakat tidak panik menyikapi adanya satu kasus superflu yang terdeteksi di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, menjelaskan kasus superflu yang ditemukan di DIY merupakan kasus lama yang tercatat pada September 2025. Saat ini, pasien tersebut telah dinyatakan sembuh.
"Kalau kejadiannya di bulan September dan kemudian dia sudah pulang, berarti sudah sembuh dan virus influenza biasa juga kan seperti kita alami sehari-hari cuma jenisnya saja yang H5N3," kata Gregorius Anung.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan hasil Whole Genome Sequencing pada sampel pasien influenza dari seluruh Indonesia pada 1 Januari 2026. Hasil itu menyebutkan, superflu telah beredar di Indonesia sejak Agustus 2025.
Hingga Desember 2025, superflu tersebar di delapan provinsi yaitu Jawa Timur 23 kasus, Kalimantan Selatan 18, Jawa Barat 10, Sumatera Selatan 5, Sumatera Utara 3, serta Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, masing-masing 1 kasus.
Sementara itu, mayoritas penderita merupakan perempuan dengan proporsi mencapai sekitar 64,5 persen atau setara 40 kasus.
Sebagai upaya pencegahan superflu, masyarakat diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga daya tahan tubuh, serta melakukan vaksinasi influenza tahunan.
Masyarakat juga diminta untuk memakai masker mulut, saat bepergian atau beraktivitas di luar ruangan dan jika merasa sakit. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit dan menghindari polusi udara.
Editor: Redaksi TVRINews





