Digitalisasi Pembayaran, Jurus Pramono Anung Berantas Copet dan Preman di Pasar Jakarta

suara.com
1 hari lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta mendorong digitalisasi pembayaran di 153 pasar kelolaan Pasar Jaya.
  • Digitalisasi pasar ini bertujuan meningkatkan keamanan transaksi dan menekan aksi kriminalitas seperti copet.
  • Penerapan sistem digital juga diharapkan berjalan bersamaan dengan peningkatan kebersihan dan estetika pasar.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah gencar mendorong program digitalisasi di seluruh pasar tradisional yang berada di bawah naungan Pasar Jaya.

Langkah strategis ini dilakukan mengingat besarnya jumlah pasar yang harus dikelola secara profesional di wilayah ibu kota.

Pramono memaparkan bahwa saat ini terdapat ratusan pasar yang menjadi fokus utama dalam implementasi teknologi sistem pembayaran digital.

"Sesuai data yang diberikan oleh Pak Dirut kepada saya, sekarang ini di Pasar Jaya ada 153 pasar yang dikelola oleh Pasar Jaya. Bukan jumlah yang sedikit," ujarnya di kawasan Bungur, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026).

Transformasi digital menjadi visi utama bagi manajemen pasar untuk menyentuh seluruh lapisan klasifikasi pasar yang ada di Jakarta.

"Digitalisasi pasar memang spirit dari Pasar Jaya. Mau di tempat pasar kelas C maupun D, QRIS tetap kami terapkan," kata Pramono.

Pramono mengungkapkan bahwa penggunaan sistem non-tunai ini memiliki manfaat krusial untuk aspek keamanan para pedagang maupun pembeli.

Ia meyakini bahwa minimnya perputaran uang tunai secara otomatis akan menekan angka kriminalitas yang selama ini kerap terjadi di area pasar.

"Apa salah satu manfaat fungsi utama dari penggunaan digitalisasi ini? Satu, nggak ada copet. Kalau di pasar nggak ada copet kan aman, nyaman. Kedua, premannya juga nggak bisa malak, karena semakin berkurang duit cash-nya," klaim Pramono.

Baca Juga: Pemprov DKI Siagakan 1.200 Pompa Selama Cuaca Ekstrem, Klaim Genangan Bisa Surut dalam Sejam

Kehadiran sistem digital ini diproyeksikan mampu memberikan pengalaman berbelanja yang lebih mumpuni dan efisien bagi warga.

"Dan yang paling penting adalah dengan digitalisasi yang ada ini, akan semakin memudahkan para pembeli untuk berbelanja dengan aman, nyaman," kata Pramono.

Selain persoalan keamanan dan kemudahan transaksi, Pramono juga menitikberatkan perhatiannya pada aspek estetika serta sanitasi lingkungan.

Mantan Sekretaris Kabinet tersebut berharap modernisasi sistem pembayaran berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kualitas kebersihan di setiap sudut pasar.

"Saya berpesan, mudah-mudahan kebersihan dijaga betul. Apalagi sekarang sudah pakai digitalisasi, pakai QRIS. Saya berharap betul pasar ini menjadi pasar yang bersih," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Bongkar Alasan Perceraian Atalia Praratya dan Ridwan Kamil
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Venezuela Kirim 113 Ton Emas ke Swiss saat Maduro Berkuasa
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Invasi Venezuela dan Neo-Kolonialisme Amerika Serikat
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Turis Asing Teriak Buang-Buang Waktu, Awas Pariwisata Bali Terancam
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
AS dan Tiongkok Berselisih di Dewan Keamanan PBB: Tegaskan Penangkapan Maduro Sebagai Penegakan Hukum, Bukan Invasi 
• 12 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.