Bisnis.com, PEKANBARU - Insiden ambruknya trestle atau jalan penghubung dermaga terjadi di Pelabuhan PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kampung Mengkapan, Kabupaten Siak, Provinsi Riau Senin (5/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan satu unit mobil minibus berwarna putih tercebur ke laut.
Berdasarkan informasi di lapangan, mobil tersebut sempat terseret arus laut beberapa meter menjauh dari dermaga sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas.
Direktur PT Kawasan Industri Tanjung Buton, M Soeharto, menjelaskan ambruknya trestle terjadi sesaat setelah aktivitas bongkar muat cangkang yang dilakukan PT Besti ke sebuah kapal selesai dilaksanakan.
“Pelabuhan ini melayani angkutan penumpang serta bongkar muat barang dan logistik, termasuk komoditas ekspor ke Malaysia,” ujar Soeharto, Selasa (6/1/2026).
Dia menyebutkan, kapal yang bersandar di dermaga KITB tersebut membawa muatan sekitar 10.000 ton. Proses bongkar muat berlangsung selama kurang lebih tiga hari dan baru saja selesai sebelum insiden terjadi.
Selain menyebabkan satu unit kendaraan minibus tercebur ke laut, robohnya trestle juga mengakibatkan sejumlah pekerja dermaga yang berada di ujung pelabuhan sempat terjebak. Para pekerja tersebut kemudian dievakuasi menggunakan sampan oleh petugas dan warga sekitar.
Baca Juga
- Dermaga Pelabuhan KITB Siak Ambruk, Pemda Lakukan Evaluasi
- Pelabuhan Padat, KKP Moratorium Sementara Kapal di Muara Angke
- Libur Nataru, Pelindo Multi Terminal Pastikan Operasional Pelabuhan Siaga 24 Jam
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Siak, Heryanto, menegaskan bahwa Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton bukan berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Siak.
“Pelabuhan tersebut merupakan kewenangan KSOP, bukan Pemda Siak,” ujar Heryanto.
Hingga saat ini, penyebab pasti ambruknya trestle masih dalam penelusuran pihak terkait. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Menyikapi kejadian tersebut, Bupati Siak Afni Zulkifli langsung turun ke lapangan untuk meninjau kondisi dermaga sekaligus memastikan langkah penanganan awal dilakukan dengan cepat. Peninjauan lokasi dilakukan bersama Wakil Bupati Siak, Ketua DPRD Siak, serta sejumlah anggota DPRD Siak.
Pada kejadian ini, Pemkab Siak memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa, sehingga aspek keselamatan masyarakat tetap terjaga.
"Kami akan mengawal penanganan insiden ini karena pelabuhan KITB merupakan salah satu aset strategis daerah," ungkap Afni.
Dia memaparkan Pelabuhan Tanjung Buton saat ini berada di bawah pengelolaan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjung Buton, Kementerian Perhubungan, sejak akhir Oktober 2024.





