Inflasi Kaltim Sepanjang 2025 Ungguli Capaian Nasional

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan prestasi gemilang dalam pengendalian inflasi sepanjang tahun 2025 dengan realisasi tahunan sebesar 2,68% (year on year/yoy), atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,92%. 

Capaian ini menandai keberhasilan strategi koordinatif antarlembaga dalam menjaga stabilitas harga di tengah berbagai tekanan eksternal, termasuk momentum perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Budi Widihartanto menyatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim periode Desember 2025 menunjukkan inflasi bulanan tercatat 0,71% (month to month/mtm) atau naik dari posisi November yang hanya 0,41%. 

"Meski meningkat, realisasi inflasi Kaltim secara tahunan (yoy) tercatat masih lebih rendah dibandingkan dengan realisasi nasional yang mengalami inflasi sebesar 2,92% (yoy)," kata Budi Widihartanto dalam keterangan resmi, Selasa (6/1/2025).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Sebagaimana diketahui, pencapaian ini menunjukkan bahwa provinsi berbasis sumber daya alam ini mampu mengelola tekanan harga lebih baik ketimbang rata-rata wilayah lain di Indonesia, meski menghadapi tantangan geografis berupa kondisi cuaca ekstrem dan dinamika pasokan komoditas strategis.

Secara kumulatif, inflasi tahunan yang terkendali pada 2025 ini turut ditopang oleh langkah antisipasi sejak awal tahun. 

Baca Juga

  • Pupuk Kaltim Lampaui Target, Produksi Tembus 6,7 Juta Ton Sepanjang 2025
  • Tanker VLCC Sandar Perdana, Babak Baru Kilang Balikpapan
  • Strategi Jitu Pupuk Kaltim Rayu Petani Nasional

Meski inflasi bulanan Desember mengalami lonjakan akibat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), kata Budi, dampaknya terhadap inflasi tahunan relatif terbatas berkat buffer yang terbangun dari stabilitas harga pada bulan-bulan sebelumnya.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor dominan dengan andil 0,47% (mtm), yang dipicu oleh keterbatasan pasokan perikanan dan sayuran akibat curah hujan tinggi serta gelombang laut yang menghambat aktivitas nelayan. 

Faktor alam ini bertemu dengan peningkatan permintaan menjelang perayaan Nataru sehingga menciptakan tekanan ganda pada harga pangan.

Sementara itu, kelompok transportasi menyumbang inflasi 0,21% (mtm) seiring meledaknya mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun. 

Permintaan jasa transportasi yang melonjak mendorong naiknya tarif angkutan, baik darat maupun udara. 

Di sisi lain, deflasi tipis pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01% (mtm) sedikit meredam gejolak inflasi.

Budi mengungkapkan keberhasilan menekan inflasi tahunan tak lepas dari implementasi konsisten Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). 

Sepanjang 2025, TPID di berbagai kabupaten/kota secara rutin menggelar intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar. 

Khusus Desember 2025, tercatat 24 kali pelaksanaan GPM serta penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga keterjangkauan harga di level konsumen.

"Strategi 4K yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif telah menjadi fondasi kokoh pengendalian inflasi Kalimantan Timur. Komitmen ini akan terus diperkuat guna mendukung daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," tuturnya.

Dia melanjutkan, koordinasi antarlembaga diperkuat melalui tujuh kali High Level Meeting (HLM) di berbagai wilayah sepanjang Desember 2025, meliputi Kabupaten Berau (4 Desember), Kota Samarinda (9 Desember), Kabupaten Kutai Barat (11 Desember), dan Kota Bontang (17 Desember). 

Kemudian tingkat Provinsi (18 Desember), Kabupaten Mahakam Ulu (19 Desember), dan Kabupaten Kutai Kartanegara (22 Desember). 

Forum strategis ini menjadi ajang perumusan kebijakan lintas sektor untuk mengantisipasi risiko inflasi jangka pendek maupun panjang.

Dengan modal capaian inflasi tahunan 2025 yang lebih rendah dari nasional, Kalimantan Timur optimis melanjutkan tren positif ini sepanjang 2026. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pledoi Laras Faizati Dianggap Angin Lalu, Jaksa Tetap Tuntut Laras Faizati 1 Tahun Penjara
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Pemprov Sumut: Penyusunan dokumen rehabilitasi rampung akhir Januari
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Presiden Prabowo Prihatin Petani Kurang Dihormati dan Dilindungi
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkot Makassar Siapkan 16 Program Strategis Daerah 2026, Sertifikasi Aset Jadi Perhatian Wali Kota
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Dua Madrasah di Sumbar Hanyut Tak Tersisa, Kegiatan Belajar Mengajar Digelar di Area Masjid
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.