Media sosial sering kali memaparkan hal-hal terbaru, termasuk barang-barang yang sedang trending di kalangan masyarakat. Bukan cuma perihal pakaian saja, tapi juga barang yang bisa dikoleksi, perabotan, barang elektronik, hingga mainan. Tanpa disadari, paparan ini bisa saja mendorong seseorang lebih konsumtif dan materialistis.
Pada kenyataannya, memiliki materi tidak menjadi tolak ukur kebahagiaan. Bahkan sebaliknya, psikolog Tim Kasser mengatakan pada American Psychological Association dalam wawancaranya tahun 2014 bahwa materialisme justru mengundang ketidakbahagiaan. Sebagaimana dilansir dari laman Vox, ini bagaimana materialisme dapat memengaruhi kehidupan seseorang secara negatif.




