Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Liga Bolabasket Indonesia (IBL) musim 2026 akan resmi bergulir dengan laga pembuka yang langsung mempertemukan juara bertahan Dewa United Banten menghadapi Pelita Jaya Jakarta di Dewa United Arena, Sabtu, 10 Januari 2026.
Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menyebut musim 2026 membawa sejumlah peningkatan signifikan, terutama dari sisi kualitas kompetisi dan pengalaman penonton.
“Improvement. Dari tiga tahun terakhir sejak kita menerapkan sistem home and away, banyak hal positif yang kita lihat. Bukan hanya sebagai liga, tapi juga klub sudah punya fanbase sendiri, homebase sendiri, dan pemain merasakan atmosfer yang berbeda,” ujar Junas ketika ditemui wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026.
Menurut Junas, salah satu dampak paling terasa dari format home and away adalah mulai terbentuknya fanatisme suporter di kota masing-masing. Hal tersebut dinilai penting untuk pembangunan liga secara berkelanjutan.
“Kornatisme fans sudah mulai terbentuk. Ini perjalanan yang harus konsisten dibangun dan dikembangkan,” ucap Junas.
IBL 2026 juga menghadirkan perubahan penting pada format playoff. Untuk pertama kalinya, babak semifinal dan final akan menggunakan format best of five, meningkat dari sebelumnya best of three.
Junas menjelaskan perubahan ini didasarkan pada evaluasi kompetisi dalam beberapa musim terakhir.
“Tujuannya menambah jumlah game yang berkualitas. Dari data tiga tahun terakhir, semifinal dan final rata-rata selalu menyentuh game ketiga. Artinya, kualitas pertandingannya memang layak untuk ditambah,” kata Junas.
Selain alasan kompetitif, pertimbangan penonton juga menjadi faktor utama. Junas menyebut laga-laga playoff, khususnya semifinal dan final, selalu mendapatkan respons positif dari publik.
“Penontonnya selalu penuh. Ini bagus untuk klub karena pendapatan tiketnya baik. Dengan jumlah game yang ditambah, kami berharap dampaknya juga semakin positif untuk tim,” tutur Junas.
Ia bahkan membuka peluang format playoff kembali diperpanjang di masa mendatang jika antusiasme terus meningkat.
“Kalau ke depan semifinal best of five sudah mencapai game maksimal secara konsisten, bukan tidak mungkin babak playoff sebelumnya juga menjadi best of five. Bahkan, kalau kualitas dan antusiasme terus naik, format best of seven juga bisa dipertimbangkan,” ujar Junas.
Selain format pertandingan, persaingan antar tim juga diprediksi semakin ketat. Dalam empat musim terakhir, IBL selalu melahirkan juara yang berbeda, sebuah catatan yang dinilai Junas sebagai sinyal positif bagi kompetisi.
“Ini statistik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Artinya semua tim punya harapan untuk bersaing. Di offseason kemarin juga terjadi banyak perputaran pemain antar tim, dan itu menurut kami bagus untuk membuat kompetisi semakin hidup,” tutur Junas.
Editor: Redaktur TVRINews




