jakarta.jpnn.com - Presiden Prabowo Subianto mengaku siap melakukan koreksi diri dan mengevaluasi kebijakan yang mendapatkan kritikan dari berbagai pihak.
Salah satunya ialah tudingan yang menyebut Prabowo ingin menghidupkan militerisme di Indonesia.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Minta Menteri Tetap Semangat Ketika Dihujat
“Saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak Prabowo ini mau hidupkan kembali militerisme,” kata Prabowo, Senin (5/1).
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga bersedia menerima kritikan dan masukan dari berbagai pihak.
BACA JUGA: Di Posko Pengungsian, Prabowo: Percayalah, Presidenmu Tidak Akan Pernah Meninggalkan Kalian
"Kritik, koreksi adalah menyelamatkan,” ucap Prabowo.
Prabowo mencontohkan ketika dirinya dikoreksi anak buahnya saat masih menjadi prajurit TNI.
BACA JUGA: Sebut Prabowo Tidak Punya Lahan Sawit, Adik Anggap Koruptor Bayar Influencer
“Saya keluar dari ruangan mau apel. Nggak tahu saya sibuk atau apa, saya lupa pakai tanda pangkat,” kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan saat itu dirinya diminta anak buahnya tidak keluar karena tanda pangkat belum lengkap.
“Dia mengamankan saya," sambung Presiden Prabowo.
Meskipun demikian, Prabowo menegaskan tidak bisa menerima fitnah dan kebohongan.
"Koreksi silakan, kritik bagus, tetapi fitnah itu tidak bagus. Semua agama tidak mengizinkan fitnah,” ujar Prabowo Subianto. (ant)
Redaktur & Reporter : Ragil




