Pertumbuhan Ekonomi Kota Malang Kuartal III/2025 Capai 6,29%

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MALANG — Pertumbuhan ekonomi Kota Malang pada kuartal III/2025 mencapai 6,29% (year on year/YoY), dipicu kenaikan positif di semua sektor, kecuali sektor primer.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifudin, mengatakan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Malang kuartal III/2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp27,439 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan adalah Rp16,963 triliun. 

“Dari sisi produksi, penyumbang kontribusi tertinggi terjadi pada sektor tersier dengan kontribusi sebesar 59,09%. Dari sisi pengeluaran, penyumbang kontribusi tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga dengan andil sebesar 67,44%,” ujar Umar, dikutip pada Rabu (7/1/2026).

Dari sisi produksi, kata dia, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor sekunder yaitu 7,53%. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yakni sebesar 9,74%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Pertumbuhan ekonomi Kota Malang kuartal III/2025 secara triwulanan atau kuartalan tercatat sebesar 1,44% (quarter to quarter/QtQ). Adapun, secara kumulatif ekonomi tercatat tumbuh 5,92% (cumulative to cumulative/CtC).

Dari sisi produksi pertumbuhan paling tinggi terjadi pada sektor primer, yaitu sebesar 1,5%. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 6,51%.

Baca Juga

  • UMK Kota Malang 2026 Naik 6% Jadi Rp3,7 Juta
  • Dipicu Kenaikan Cabai Rawit, Kota Malang Inflasi 0,56% pada Desember
  • Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Malang Tembus 940.000 pada November

Hasil industri pengolahan makanan dan minuman tercatat mengalami peningkatan sebesar 1,72%.

Sektor yang memberikan andil terbesar dalam perekonomian Kota Malang pada kuartal III/2025, sektor tersier dengan kontribusi sebesar 59,09%. Kemudian sektor sekunder memberikan andil sebesar 40,69%, dan sektor primer dengan andil 0,22%.

Secara kuartalan, semua kategori mengalami pertumbuhan positif kecuali sektor primer yang mengalami kontraksi sebesar 3,68% Pertumbuhan sektor tersier adalah sebesar 1,50%, dan sektor sekunder sebesar 1,35%.

Pada sektor tersier, pertumbuhan positif didorong oleh peningkatan pengurusan BBN-KB1 untuk kendaraan baru sebesar 12,04%, peningkatan pada jasa transportasi terutama angkutan darat yang mengalami peningkatan sebesar 2,09%. 

Selain itu juga disebabkan oleh peningkatan rata-rata TPK pada kuartal III sebesar 5,92% dan peningkatan Lama Malam Kamar Terjual hotel sebesar 9,69%.

Secara tahunan, semua kategori mengalami pertumbuhan positif kecuali sektor primer yang mengalami kontraksi sebesar 15,32%.

Sektor tersier mengalami pertumbuhan 5,65% (YoY). Pertumbuhan sektor tersier ini didorong oleh peningkatan perdagangan besar dan eceran pada produk sembako dan jasa transportasi.

Sektor sekunder juga mengalami pertumbuhan 7,53% (YoY). Meningkatnya produksi pada industri hasil pengolahan makanan dan minuman dan tembakau.

Kontraksi sektor primer sebesar 15,32% dipicu oleh penurunan produksi padi, yang tercatat kontraksi hingga 11,99% dan produksi sayuran semusim yang menurun hingga 39,76%.

Secara tahunan semua pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,53%, PMTB tumbuh 9,74% dan pengeluaran akhir pemerintah mengalami kontraksi sebesar 0,27%.

Pertumbuhan PMTB, kata dia, didorong oleh peningkatan realisasi APBD untuk belanja modal berupa gedung bangunan, jalan, jaringan, dan irigasi pada kuartal III/2025 mengalami peningkatan sebesar 55,92% jika dibandingkan dengan kuartal III/2024. 

“Realisasi APBD untuk belanja modal nonbangunan mengalami peningkatan 16,93% dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, kontraksi pengeluaran akhir pemerintah dipicu oleh penurunan total belanja pegawai yang bersumber dari APBN dan APBD pada kuartal III/2025 yang disebabkan oleh efisiensi anggaran.

Realisasi APBD untuk belanja modal berupa gedung bangunan, jalan, jaringan, dan irigasi pada kuartal III/2025 mengalami peningkatan sebesar 1,14% jika dibandingkan dengan kuartal II/2025. 

Angkutan darat mengalami pertumbuhan yang disebabkan oleh naiknya indikator produksi angkutan darat yakni jumlah penumpang berangkat sebesar 2,90%. 

Terdapat peningkatan rata-rata TPK pada kuartal III/2025 sebesar 5,92% dan peningkatan Lama Malam Kamar Terjual hotel sebesar 9,69%.

Terjadi peningkatan permintaan jasa pendidikan yang disebabkan oleh bertambahnya jumlah mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta, seiring dengan pembukaan semester baru yakni sebesar 6,06%.

“Pengurusan BBN-KB1 untuk kendaraan baru pada kuartal III mengalami kenaikan sebesar 12,04% dibandingkan dengan kuartal II/2025,” ucapnya.

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, mengatakan Kota Malang sebagai salah satu magnet pertumbuhan ekonomi Jatim kembali menunjukkan tajinya dengan pertumbuhan 6,29% pada kuartal III/2025. Hal ini mengindikasikan bahwa ekonomi Kota Malang semakin atraktif yang bertumpu pada industri dan jasa yang juga dibuktikan dengan pertumbuhan investasi yang tinggi yang direpresentasikan oleh pertumbuhan PMTB yang mencapai di atas 9%. 

Selain itu, kata dia, konsumsi rumah tangga terjaga menjadi kontributor utama dari pertumbuhan ekonomi Kota Malang, karena konsumsi rumah tangga mencapai sekitar 67% dari PDRB Kota Malang. Hal ini mampu menutup penurunan konsumsi pemerintah karena kebijakan efisiensi anggaran.

Tugas selanjutnya, dia mengingatkan, adalah bagaimana pertumbuhan yang tinggi ini dapat terdistribusi merata melalui pendapatan masyarakat dan tercipta pertumbuhan yang Inklusif. Dari data ketimpangan, tingkat kemiskinan dan pengangguran menurun. Hal ini sebagai indikasi awal inklusivitas pertumbuhan berjalan pada track yang benar.

Pertumbuhan yang tinggi ini harus dijaga secara berkelanjutan dengan fokus pada peningkatan daya tarik investasi, khususnya pembenahan infrastruktur untuk aksesibilitas dan konektivitas anatara pusat pertumbuhan ekonomi, sekaligus menyelesaikan persoalan kemacetan dan banjir. (K24)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gunung Ibu Erupsi Hari Ini, Kolom Abu Capai Setinggi 300 Meter
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Lovina (STRK) Pacu Ekspor untuk Dongkrak Kinerja 2026
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Roy Suryo Laporkan 7 Orang Pendukung Jokowi terkait Pencemaran Nama Baik dan Fitnah
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Yusril Sebut Batas Kritik dan Hinaan di KUHP Baru Sudah Jelas
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Gelar Raja Bolos MK Jatuh ke Anwar Usman, MKMK: Etika Itu Kesadaran Bukan Paksaan
• 19 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.