Dana Pensiun BCA Buka Peluang Tambah Investasi di SRBI jika Syarat Ini Terpenuhi

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Dana Pensiun Pemberi Kerja Penyelenggara Program Pensiun Iuran pasti (PPIP) Bank Central Asia atau Dapen BCA menilai instrumen Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masih menarik bagi perusahaannya.

Direktur Utama Dapen BCA budi Sutrisno mengemukakan instrumen itu masih menarik untuk jangka pendek. Meskipun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan penempatan investasi dana pensiun di SRBI turun.

“Instrumen SRBI masih menarik bagi Dana Pensiun BCA khususnya untuk jangka pendek dan dimanfaatkan sebagai instrumen pendamping deposito dalam pengelolaan likuiditas,” ungkapnya kepada Bisnis, dikutip pada Rabu (7/1/2026).

Budi menyampaikan berdasarkan data per Desember 2025, nilai penempatan Dapen BCA pada instrumen SRBI adalah sebesar Rp320 miliar atau sekitar 5,32% dari total investasi. Secara umum dalam setahun adalah 11% dari rata-rata total investasi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Untuk ke depannya, dia menyebut porsi investasi pada SRBI berpotensi ditambah apabila instrumen tersebut menawarkan tingkat suku bunga yang lebih menarik dibandingkan deposito, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan likuiditas dan kondisi pasar.

Lebih jauh, Budi turut mengungkapkan sejauh ini portofolio investasi Dapen BCA didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN).

Baca Juga

  • Modal Asing Rp125,1 Triliun Kabur RI di 2025, Investor Ramai Jual SRBI
  • OJK: Penerbitan Berkurang, Investasi Dana Pensiun di SRBI Turun jadi Rp4,09 Triliun
  • Adu Daya Tarik Reksa Dana Pendapatan Tetap vs SBN Ritel pada 2026

“Sejalan dengan karakteristik dana pensiun yang mengutamakan stabilitas, keamanan, dan arus kas jangka panjang,” sebutnya.

Dia merincikan komposisi penempatan dana investasi di perusahaannya per Desember 2025 adalah SBN sebesar 39,23%, Tanah dan Bangunan sebesar 15,22%, Deposito sebesar 14,51%, Penyertaan sebesar 14,37%.

Kemudian ada Obligasi Korporasi sebesar 6,05%, Sertifikat Bank Indonesia (SBI/SRBI) sebesar 5,32%, dan Saham serta Reksadana 5,30%.

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut penempatan investasi industri dana pensiun di SRBI mengalami penurunan per Oktober 2025 dibandingkan akhir 2024.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan hal tersebut sejalan dengan berkurangnya penerbitan SRBI sepanjang 2025.

“Berdasarkan data per Oktober 2025, nilai penempatan dana pensiun pada SRBI tercatat sebesar Rp4,09 triliun atau sekitar 1,06% dari total investasi,” katanya dalam jawaban RDK November 2025, dikutip pada Selasa (30/12/2025).

Kendati demikian, Ogi menilai SRBI ke depannya masih berpotensi diminati sebagai instrumen investasi jangka pendek dengan risiko rendah dan imbal hasil yang kompetitif.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ekspansi Dexter ke Indonesia Perkuat Persaingan Skincare Bayi, Intip Yuk Moms!
• 7 jam laluherstory.co.id
thumb
Kemenhut Dukung Proses Pencocokan Data oleh Kejaksaan Agung
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Wacana Pilkada di Pilih DPRD, Saiful Mujani: Ada Upaya Menginginkan Pemimpin yang Lemah
• 7 jam lalufajar.co.id
thumb
Sekolah Kolong: Dari Kolong Rumah Menjadi Ruang Belajar Layak
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo Sentil Elite Suka Nyinyir: Kesehatan Jiwa Mereka Agak Aneh
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.