Bisnis.com, JAKARTA — Emiten peritel PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) atau AZKO tengah ancang-ancang strategi mendongkrak kinerja fundamental pada 2026. Di antara strategi adalah geliat ekspansi.
Head of Corporate Communications & Sustainability Aspirasi Hidup Indonesia Melinda Pudjo mengatakan memasuki 2026, ACES optimistis dapat menjaga kinerja bisnis dengan prospek pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Meskipun dinamika daya beli masyarakat diperkirakan masih berlanjut, perusahaan telah menyiapkan langkah strategis yang terukur dan adaptif untuk mengelola kondisi tersebut sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan,” ujar Melinda kepada Bisnis pada Rabu (7/1/2026).
AZKO pun melihat pasar Indonesia tetap menunjukkan potensi jangka panjang dengan kebutuhan konsumen yang terus tumbuh dan berkembang. Menurutnya, saat ini, fokus utama AZKO adalah penguatan dan optimalisasi bisnis yang telah berjalan sesuai dengan strategi jangka panjang.
“Strategi bisnis difokuskan pada ekspansi layanan, rejuvenasi konsep toko, pengembangan dan kurasi produk, serta penguatan integrasi omnichannel untuk pengalaman berbelanja yang semakin terhubung,” kata Melinda.
Di samping itu, AZKO tetap membuka peluang diversifikasi sebagai bagian dari pengembangan dan inovasi bisnis ke depan, dengan mempertimbangkan pendekatan yang relevan, terukur, dan bernilai tambah.
Dari sisi ekspansi, untuk 2026, AZKO menargetkan penambahan toko baru secara bertahap dengan mengacu pada evaluasi kinerja ekspansi tahun sebelumnya. Langkah ekspansi itu dilakukan secara selektif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, profitabilitas, serta kesesuaian dengan potensi pasar di masing-masing wilayah.
“Perusahaan juga melihat masih banyak peluang dari wilayah-wilayah potensial di berbagai daerah untuk pengembangan dan ekspansi jaringan,” ujar Melinda.
Perusahaan pun melakukan pembaruan konsep toko yang relevan, memperkuat kurasi dan pengembangan produk agar semakin selaras dengan kebutuhan pelanggan, serta mengoptimalkan integrasi omnichannel untuk meningkatkan pengalaman berbelanja.
Adapun, AZKO menilai terdapat sejumlah tantangan yang akan dihadapi tahun ini. Di antara tantangan adalah persaingan. Menurutnya, persaingan serta perubahan preferensi konsumen menuntut konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan layanan.
Fluktuasi kondisi ekonomi juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi melalui pengelolaan operasional yang efisien dan pengambilan keputusan yang prudent.
Sementara itu, ACES telah membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp481,09 miliar per kuartal III/2025, namun susut 16,21% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp574,22 miliar.
Meskipun, ACES sebenarnya mencatatkan peningkatan penjualan bersih 1,69% YoY menjadi Rp6,33 triliun per kuartal III/2025, dibandingkan Rp6,22 triliun per kuartal III/2024.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



