Setiap manusia pasti memiliki keinginan atau hajat, baik urusan duniawi maupun ukhrawi. Dalam Islam, ketika usaha (ikhtiar) lahiriah sudah dilakukan maksimal, maka ikhtiar batiniah melalui solat hajat adalah jalan terbaik untuk mengetuk pintu langit. Solat hajat adalah ibadah sunnah yang dikerjakan khusus untuk memohon kepada Allah SWT agar hajat atau keinginan tertentu dikabulkan.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam tata cara solat hajat yang benar sesuai tuntunan syariat, mulai dari niat, jumlah rakaat, hingga doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW.
Waktu Terbaik Melaksanakan Solat HajatSecara hukum, solat hajat dapat dilakukan kapan saja, siang atau malam, kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan untuk solat (setelah Subuh hingga syuruq, saat matahari tepat di atas kepala, dan setelah Ashar hingga terbenam). Namun, ada waktu-waktu prime time yang sangat dianjurkan:
Baca juga : Niat dan Tata Cara Sholat Hajat Lengkap dengan Keutamaan
- Sepertiga Malam Terakhir: (Sekitar pukul 01.00 - Subuh). Ini adalah waktu paling mustajab di mana Allah SWT turun ke langit dunia.
- Setelah Solat Isya: Jika Anda khawatir tidak bisa bangun malam, boleh dikerjakan setelah ba'diyah Isya.
Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah rakaat, namun pendapat yang paling masyhur (termasuk Mazhab Syafi'i) adalah:
- Minimal: 2 rakaat.
- Maksimal: 12 rakaat.
Pelaksanaannya dilakukan setiap 2 rakaat satu kali salam.
Tata Cara dan Niat Solat Hajat 1. Niat Solat HajatNiat diucapkan di dalam hati bersamaan dengan Takbiratul Ihram. Jika ingin melafalkannya untuk memantapkan hati:
Baca juga : Keutamaan Sholat Hajat, Lengkap dengan Bacaan Niat, Doa dan Tata Cara
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَىLatin:
Ushallii sunnatal haajati rak'ataini adaa'an lillaahi ta'aala.
Artinya:
"Aku berniat sholat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah Ta'ala."
Setelah membaca Al-Fatihah, Anda bebas membaca surat apa saja. Namun, sebagian ulama menganjurkan:
- Rakaat Pertama: Membaca Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255) atau Surah Al-Kafirun.
- Rakaat Kedua: Membaca Surah Al-Ikhlas.
Setelah salam, sebagian ulama menganjurkan untuk sujud kembali (di luar rukun sholat) dengan membaca tasbih, sholawat, dan doa sapu jagat untuk merendahkan diri sepenuhnya di hadapan Allah.
Doa Setelah Solat Hajat (Mustajab)Setelah selesai solat, jangan langsung beranjak. Duduklah dengan tenang, perbanyak istighfar (minimal 100x) dan sholawat nabi (minimal 100x). Kemudian bacalah doa khusus yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah berikut:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَLatin:
Laa ilaaha illallaahul haliimul kariim. Subhaanallaahi rabbil 'arsyil 'azhiim. Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin. As'aluka muujibaati rahmatik, wa 'azaa'ima maghfiratik, wal ghaniimata min kulli birrin, was salaamata min kulli itsmin. Laa tada' lii dzanban illaa ghafartah, wa laa hamman illaa farrajtah, wa laa haajatan hiya laka ridhan illaa qadhaitahaa yaa arhamar raahimiin.
Artinya:
"Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Santun lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan pemilik Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu, kesungguhan ampunan-Mu, keberuntungan dari segala kebaikan, dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau biarkan dosaku kecuali Engkau ampuni, jangan biarkan kegelisahanku kecuali Engkau beri jalan keluar, dan jangan biarkan hajatku (yang Engkau ridhai) kecuali Engkau kabulkan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang."
Setelah membaca doa di atas, sampaikanlah hajat spesifik Anda menggunakan bahasa Anda sendiri dengan penuh kerendahan hati.
Tips Agar Doa Cepat Terkabul- Bersuci Lahir Batin: Pastikan wudu sempurna, pakaian bersih, dan tempat suci. Hati juga harus bersih dari rasa dengki.
- Yakin (Husnuzan): Allah berfirman dalam hadis qudsi, "Aku sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku." Yakinlah doa Anda didengar.
- Jangan Tergesa-gesa: Nikmati setiap bacaan solat. Jangan solat "asal jadi" hanya karena ingin buru-buru meminta.
- Iringi dengan Sedekah: Sedekah dapat menolak bala dan mempercepat terkabulnya hajat.
Q: Bolehkah solat hajat dilakukan berjamaah?
A: Hukum asalnya adalah solat sunnah munfarid (sendiri). Namun, menurut sebagian ulama seperti Imam Nawawi, boleh dilakukan berjamaah untuk tujuan pendidikan (ta'lim), meski tidak disunnahkan secara rutin.
Q: Apakah ada surat khusus rezeki saat solat hajat?
A: Tidak ada dalil shahih yang mewajibkan surat tertentu. Namun, membaca surat yang Anda hafal dan pahami maknanya akan lebih membantu kekhusyukan. (Z-10)




