Warner Bros. Discovery Tolak Tawaran Paramount, Pilih Merger dengan Netflix

mediaindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita

DEWAN Direksi Warner Bros. Discovery (WBD) kembali menegaskan posisinya dalam perang akuisisi raksasa media. Pada Rabu waktu setempat, dewan WBD secara resmi menyarankan para pemegang saham untuk mengabaikan revisi penawaran dari Paramount dan tetap berpegang pada kesepakatan merger yang ada dengan Netflix.

Meski Paramount telah memperbaiki sejumlah poin dalam penawarannya bulan lalu. Dewan WBD menilai proposal tersebut masih "tidak memadai" dan memiliki risiko finansial yang terlalu tinggi.

Risiko Utang yang Luar Biasa

Dalam surat kepada pemegang saham, dewan WBD menyamakan proposal Paramount dengan skema leveraged buyout, sebuah proses finansial yang sangat bergantung pada dana pinjaman. Mengingat ukuran Paramount yang jauh lebih kecil dibanding WBD, struktur transaksi ini dianggap membahayakan masa depan perusahaan.

"Untuk melaksanakan transaksi tersebut, mereka berniat menanggung jumlah utang tambahan yang luar biasa, lebih dari US$50 miliar, melalui pengaturan dengan banyak mitra pembiayaan," tulis surat resmi dewan WBD.

Struktur ini dianggap memberikan risiko materiil bagi pemegang saham, termasuk kemungkinan kegagalan rencana pengambilalihan secara keseluruhan. WBD lebih memilih "kepastian merger dengan Netflix" yang dinilai lebih stabil secara finansial.

Persaingan Nilai Saham dan Aset

Saat ini, WBD yang dipimpin CEO David Zaslav telah menerima tawaran Netflix senilai US$27,75 per saham (kombinasi tunai dan saham Netflix). Di sisi lain, Paramount mengajukan penawaran lebih tinggi, yakni US$30 per saham. Meski angka Paramount lebih besar, WBD tetap menganggapnya inferior karena ketidakpastian pendanaan.

Salah satu poin krusial lainnya adalah masa depan aset televisi kabel WBD, termasuk CNN. Netflix tidak mengakuisisi aset ini, sehingga WBD berencana memisahkannya menjadi perusahaan publik baru bernama Discovery Global. Dewan WBD percaya Discovery Global memiliki nilai tinggi, sementara Paramount hanya menghargai aset tersebut sebesar $1 per saham.

Jaminan Miliarder Larry Ellison

Paramount sebenarnya telah berupaya meredam kekhawatiran WBD dengan menggandeng miliarder pendiri Oracle, Larry Ellison, untuk mendanai sebagian besar akuisisi. Putra Larry, David Ellison yang merupakan CEO Paramount, bahkan telah menjanjikan jaminan pribadi sebesar US$40,4 miliar dari total transaksi senilai US$78 miliar.

Selain itu, Paramount telah menaikkan biaya pembatalan (breakup fee) menjadi US$5.8 miliar untuk menyamai janji Netflix. Namun, karena Paramount tidak menaikkan tawaran di atas US$30 per saham, dewan WBD tetap bergeming.

Keputusan di Tangan Pemegang Saham

Kini, bola panas berada di tangan Paramount. Perusahaan pimpinan David Ellison tersebut memiliki tiga pilihan, mundur dari persaingan, menaikkan nilai tawaran, atau menuntut pemungutan suara langsung dari pemegang saham WBD (hostile takeover).

Jika Paramount memilih opsi terakhir, para pemilik saham WBD memiliki hak untuk menolak rekomendasi dewan direksi dan menyetujui tawaran Paramount jika mereka merasa nilai tersebut lebih menguntungkan bagi kantong mereka. (CNN/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Agung Podomoro (APLN) Resmi Tuntaskan Penjualan Deli Park Mall, Segini Nilai Asetnya
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Industri Raksasa China Tsingshan Group Kunjungi Rosan, Ada Apa?
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mahalini Cepat Langsing Setelah Melahirkan, Tips Menurunkan Berat Badan
• 4 jam lalugenpi.co
thumb
Harga Minyak Sawit (CPO) Naik Tiga Hari Beruntun
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Bonus SEA Games 2025 Cair Tercepat Sepanjang Sejarah, NOC Indonesia: Ini Bukti Negara Hadir
• 19 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.