BGN Siapkan Juknis, Dapur MBG Tak Penuhi Standar Terancam Ditutup

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menggodok petunjuk teknis (juknis) untuk mengatur sanksi bagi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengatakan juknis ini akan diterbitkan dalam waktu dekat.

"Sekarang kita juga akan keluar dalam waktu dekat juknis yang keras mengenai dapur-dapur nanti yang tidak sesuai standar, kita akan berikan peringatan satu, dua, dan ketika peringatan ketiga kita akan tutup," kata Nanik usai meninjau program MBG di SMK 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Setahun Program MBG, BGN Klaim Lampaui Target hingga 55,1 Juta Penerima

Menurut rencana, juknis ini akan menjadi pedoman tegas bagi para pengelola program MBG.

"Nah, itu antara lain sikap keras kita nanti sebentar lagi akan diluncurkan juknisnya. Gitu. Mungkin dua tiga hari ini," tegasnya.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=makan bergizi gratis, Badan Gizi Nasional, dapur MBG, dapur makan bergizi gratis, Sanksi Dapur MBG, Standar Kebersihan MBG&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wOC8xMzE2MDk4MS9iZ24tc2lhcGthbi1qdWtuaXMtZGFwdXItbWJnLXRhay1wZW51aGktc3RhbmRhci10ZXJhbmNhbS1kaXR1dHVw&q=BGN Siapkan Juknis, Dapur MBG Tak Penuhi Standar Terancam Ditutup§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Lebih lanjut, Nanik memastikan pihaknya akan terus bekerja keras menciptakan agar tidak lagi ada kejadian luar biasa (KLB) terkait MBG.

"Untuk mencapai zero (accident). Kalau menggaransi itu Allah yang garansi ya, tapi kita akan berusaha bekerja keras untuk meminimalisir," ungkap Nanik.

Baca juga: Soal Zero Accident MBG, BGN: Kami Akan Berusaha Keras

Nanik juga mengeklaim, pelaksanaan program MBG juga terus membaik.

Perbaikan ini akibat dari pengaturan yang dilakukan dari BGN di antaranya karena mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) hingga menggunakan air bersih.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

"Alhamdulillah dari bulan September, Agustus-September yang luar biasa Anda melihat, kan makin ke sini makin berkurang. Tadi sudah saya sebutkan, antara lain karena kita ketat," kata Nanik.

"SLHS wajib. Karena kemarin banyak ditemukan e-coli di air, air sekarang harus menggunakan air galon bermerek yang maksudnya terjamin tidak ada bakterinya, bebas e-coli," imbuh dia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bahlil Ungkap Alasan Panggil PLN Usai Paparan Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025
• 5 jam laludisway.id
thumb
Tanggapi Eksepsi Nadiem, JPU Minta Hakim Tolak Seluruhnya
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Meski Sempat Libur Panjang, Purbaya Yakin Program MBG Bisa Cepat Serap Anggaran di Kuartal I 2026
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Posisinya Bisa Dirampas Amorim yang Baru Dipecat MU, Mourinho Ingin Pemain Benfica ‘tidak Bisa Tidur’
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Durian Beku Indonesia Sukses Tembus Pasar China, Ekspor Perdana 48 Ton
• 1 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.