Kelompok kelas menengah menjadi tulang punggung dalam pergerakan pariwisata Indonesia sepanjang 2025. Hal ini berdasarkan riset yang dilakukan oleh lembaga riset Next Indonesia Center.
Direktur Next Indonesia Center, Christiantoko, mengatakan bahwa kelas menengah menjadi kelompok paling besar dalam total nilai belanja.
"Kelompok kelas menengah dan menuju kelas menengah ini merupakan tulang punggung industri pariwisata nasional. Volume pergerakan wisata domestik dan total nilai belanja mereka tetap menjadi yang terbesar dibandingkan kelompok lainnya," ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Lebih lanjut, berdasarkan riset tersebut terlihat bahwa minat masyarakat kelas menengah untuk berwisata tetap tinggi, meski negara sedang mengalami tekanan ekonomi.
Kenaikan biaya hidup yang menyebabkan keterbatasan anggaran, justru mendorong kelompok tersebut mengubah pola perjalanan, dengan memilih destinasi yang lebih dekat dan terjangkau.
"Fenomena ini didukung dengan daa dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara tembus 1,02 miliar pada 2024, atau tumbuh 21,61 persen dari tahun sebelumnya," ujar Christiantoko.
"Tren ini berlanjut pada periode Januari-September 2025 dengan total 901,9 juta perjalanan, yang secara konsisten lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada dua tahun terkahir," tambahnya.
Tak hanya itu, mengutip data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) periode Maret 2024, Christiantoko mengatakan bahwa banyak perjalanan liburan yang dipengaruhi oleh tingginya kelompok ekonomi warga.
"Sekitar 33,47 persen warga kelas atas pernah berwisata keluar kabupaten atau kota. Sementara kelompok miskin yang mengaku pernah berwisata hanya 2,14 persen," katanya.
Sedangkan 10,4 juta warga kelompok menuju kelas menengah, dan 7,6 juta warga kelas menengah pernah berlibur dalam setahun.
"Jumlah perjalanan ini masih dapat terus ditingkatkan. Sebab, dalam setahun terakhir hanya 7,8 persen warga Indonesia yang pernah pergi ke luar kabupaten atau kota tempat tinggalnya," pungkas Christiantoko.



