MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengecam keras aksi pencurian baut penambat bantalan rel yang terjadi di wilayah Blitar. KAI menegaskan, tindakan tersebut bukan sekadar pencurian aset, melainkan kejahatan serius yang mengancam keselamatan perjalanan kereta api dan nyawa ribuan penumpang.
Peristiwa pencurian tersebut terungkap pada Rabu (7/1). Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa pelaku tidak hanya beraksi di satu lokasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di KM 127+358 petak jalan Blitar–Rejotangan, petugas menemukan kehilangan 13 buah baut penambat rel. Namun, dari hasil pengembangan penyidikan kepolisian, pelaku mengakui telah melakukan pencurian di setidaknya lima titik berbeda.
“Dengan total kehilangan mencapai 108 buah baut penambat rel,” ujar Tohari kepada wartawan, Rabu (8/1).
Baca juga:
KAI Catat ada 177 Titik Rawan Jalur Kereta Api saat Nataru 2026, mulai dari Ancaman Longsor sampai Banjir
Pelaku juga mengakui bahwa hasil curian dijual kepada pengepul barang bekas di Desa Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Tohari menegaskan bahwa baut penambat rel merupakan komponen vital yang berfungsi menjaga posisi serta kestabilan rel agar tetap sesuai dengan standar teknis keselamatan. Hilangnya satu baut saja dapat meningkatkan potensi gangguan jalur, terlebih jika jumlahnya mencapai puluhan.
“Ini bukan soal nilai besi tua, tapi soal keselamatan manusia,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pada lintas tersebut terdapat 34 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) serta KA Lokal Dhoho dan Panataran setiap hari. Volume penumpang yang melintas pun cukup tinggi, yakni sekitar 400–900 pelanggan KAJJ dan 1.500–2.000 pelanggan KA lokal per hari.
“Karena itu, keselamatan jalur adalah harga mati yang tidak bisa ditawar,” pungkas Tohari.
Baca juga:
Infrastruktur Mulai Pulih setelah Bencana Alam, Jalur Kereta Api Medan–Binjai Beroperasi Kembali
Selain melakukan perbaikan prasarana, KAI Daop 7 Madiun meningkatkan patroli pengamanan jalur rel serta memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian dan pihak terkait guna mencegah kejadian serupa terulang.
KAI juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga keamanan prasarana perkeretaapian dan segera melaporkan kepada petugas apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar jalur rel. (Knu)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
