Rusia Kecam Rencana Pasukan Perdamaian Ukraina-Eropa

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Rusia melabeli Ukraina dan negara-negara pendukungnya di Eropa sebagai “poros perang”, menyusul kesepakatan mereka untuk menyiapkan pasukan penjaga perdamaian sebagai bagian dari jaminan keamanan bagi Kiev pada Kamis (8/1).

Pernyataan ini menjadi respons pertama Moskow setelah sekutu Ukraina menyepakati paket jaminan keamanan dalam suatu konferensi tingkat tinggi (KTT) di Paris. Bahkan, Amerika Serikat (AS) juga siap ikut andil.

Rusia menilai rencana tersebut bersifat militeristik dan tidak membawa prospek nyata untuk mengakhiri perang yang kini memasuki tahun keempat, sebagaimana dilaporkan AFP.

Para pemimpin Eropa dan utusan AS sebelumnya menyatakan jaminan keamanan itu mencakup mekanisme pemantauan yang dipimpin AS serta pengerahan pasukan multinasional Eropa jika gencatan senjata tercapai.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menegaskan bahwa setiap pasukan asing yang ditempatkan di Ukraina akan menjadi target militer sah.

“Semua unit dan fasilitas tersebut akan dianggap sebagai target militer yang sah bagi Angkatan Bersenjata Rusia,” ujar Zakharova dalam pernyataan resminya.

Moskow kembali menegaskan penolakannya terhadap keterlibatan negara-negara NATO dalam bentuk pasukan penjaga perdamaian dan memperingatkan risiko serangan Rusia terhadap pasukan tersebut.

Zakharova menyebut deklarasi militer dari apa yang disebutnya sebagai “Koalisi yang Bersedia” bersama pemerintah Kyiv sebagai langkah berbahaya dan merusak.

“Deklarasi militer baru ini membentuk ‘poros perang’ yang nyata,” katanya, seperti dilansir Reuters.

Kesepakatan di Paris disebut membuka peluang Inggris, Prancis, dan sekutu Eropa lainnya mengerahkan pasukan ke Ukraina setelah gencatan senjata. Namun, rincian mandat dan mekanisme keterlibatan pasukan itu belum dijelaskan secara jelas.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kyiv belum menerima jawaban tegas mengenai langkah pasukan tersebut jika Rusia kembali melancarkan serangan. Ukraina juga mengakui isu krusial seperti status wilayah Donbas dan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia masih belum terselesaikan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Panggil Eks Kajari Kabupaten Bekasi Terkait Kasus Suap Bupati
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
AS Berencana Kendalikan Penjualan Minyak Venezuela tanpa Batas Waktu
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Perbedaan Saham RAJA dan RATU Milik Happy Hapsoro, Jangan Salah Pilih!
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
KKP Dorong Daya Saing Rajungan, 292 Sertifikat CoA Diterbitkan
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Mensesneg: Anggaran Pemulihan Bencana Rp60 Triliun Masuk APBN 2026
• 13 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.