BBKK Surabaya Belum Temukan Kasus Superflu dari Penumpang Pesawat di Juanda

suarasurabaya.net
20 jam lalu
Cover Berita

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya hingga, Kamis (8/1/2025) hari ini, belum menemukan indikasi penumpang pesawat di Bandara Juanda terjangkit inluenza A (H3N2) Subclade K atau Superflu.

Dengan kondisi itu, pihak BBKK Surabaya pun sejauh ini belum mengirimkan sample dugaan Superflu ke laboratorium.

Rosidi Roslan Kepala BBKK Surabaya menjelaskan, skrining kesehatan penumpang di bandara maupun pelabuhan terus dijalankan guna mengantisipasi sebaran superflu.

”Hingga saat ini, belum ada pelaku perjalanan yang masuk kriteria harus di swab,” ujar Rosidi saat dikonfirmasi.

Meski demikian, Rosidi menyebut selama libur natal dan tahun baru (nataru), terdapat 533 kunjungan penumpang ke posko kesehatan dan teridentifikasi ada 7,3 persen terjangkit penyakit menular.

Namun penyakit yang teridentifikas itu bukan superflu. “Paling banyak ISPA. Ada 20 orang,” katanya.

Rosidi juga menjelaskan bahwa para penumpang itu saat melewati thermal scanner di pintu kedatangan, suhunya belum melewati 38 derajat celcius

Diketahui, syarat untuk pengambilan sampel di kedatangan adalah penumpang yang terdeteksi suhu tubuhnya tinggi, kemudian batuk lebih dari 10 hari.

Di sisi lain, dr. Erwin Astha Triyono Kepala Dinas Kesehatan Jatim menuturkan, sebanyak 18 kasus positif superflu telah ditemukan di Jatim dengan pengambilan sample pada kurun waktu September-November 2025.

Erwin mengatakan, mayoritas pasien yang terjangkit superflu adalah usia anak dan remaja. Dari hasil pemantauan 18 kasus, semuanya tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

“Tercatat 18 kasus positif dengan waktu pengambilan spesimen pada September-November 2025. Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja, dengan proporsi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan,” tuturnya.

Dalam waktu dekat Dinas Kesehatan Jatim akan segera membuat Surat Edaran Kewaspadaan terkait penyebaran virus superflu.

“Dinas Kesehatan Provinsi akan membuat Surat Edaran Kewaspadaan dan media komunikasi informasi edukasi tentang Infeksi Saluran Pernapasan Akut,” tandasnya.(wld/bil/ham)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kudeta Rakyat di Iran? Kota Industri Jatuh, Intelijen Dipenggal, Elite Mulai Retak
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Pelaku Penganiayaan Dua Petugas  RS Elim Rantepao Ternyata Seorang Mahasiswa, Kini Sudah Dibekuk Polisi
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Daftar 4 Negara Eropa yang Berhasil Kelola Sampah Jadi Energi Lewat Program WTE
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
4,7 Juta Kendaraan di Jateng Menunggak PKB pada 2025, Pendapatan Rp2,4 T Hilang
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hentikan Penyelidikan, Polisi Tak Temukan Unsur Pidana dalam Kematian Arya Daru
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.