Nadin Amizah membagikan kondisi terkini kesehatan pita suaranya usai sebelumnya mengeluhkan kesulitan ketika bernyanyi.
Dalam unggahan Instagramnya pada Kamis (8/1), Nadin mengungkap bahwa dirinya didianosis menderita spasmodic dysphonia dan harus menjalani terapi.
Merujuk berbagai sumber, spasmodic dysphonia merupakan gangguan suara neurologis yang menyebabkan kejang tak disengaja pada otot laring (kotak suara) yang mengakibatkan bicara tegang, kaku, atau serak disertai jeda suara, sehingga menyulitkan berbicara, tetapi tidak memengaruhi pernapasan atau menelan.
"Akhirnya menemukan (suspect) diagnosa untuk apa yang aku pikir adalah kemampuan bernyanyiku degrading/berkurang, ternyata bukan itu masalah utamanya," tulis Nadin Amizah dalam keterangan unggahannya.
"Alhamdulillah, apa yang saya rasakan selama ini bukanlah sekadar imajinasi atau kekhawatiran yang berlebihan. Tubuh saya memang sedang mengalami sesuatu," lanjutnya.
Meski mengalami gangguan, Nadin menegaskan bahwa kondisinya tak seburuk itu. Dia masih bisa bernyanyi, tetapi agak kesulitan karena penyakit ini membuat lehernya pegal ketika bernyanyi.
"I can still sing, tapi symptoms-nya seperti ini:, nada gampang selip / fals, baru menyanyi sebentar, leher sudah pegal dan sakit banget, BAHKAN BERBICARA TERLALU LAMA SAJA LEHER PEGAL DAN SAKIT BANGET, saat sedang menyanyi, air liur banyak menggenang di mulut dan susah ditelan, vocal range menyempit/turun dari rentang sebelumnya (nada yang biasanya gampang dicapai jadi susah/almost impossible)" jelas Nadin.
Dengan penyakit ini, pelantun Bertaut itu harus kembali melatih vokalnya, mengistirahatkan pita suara, dan melakukan terapi. Namun, tahap penyembuhan ini akan dijalaninya tetap dengan manggung karena tuntutan yang sudah lebih dulu disepakati.
"PR ku sekarang adalah untuk tetep latihan vocal (which i already do) dan ditambah rehab dengan speech therapy (belum mulai, nunggu jadwal) namun, karna tuntutan profesi, aku akan terus manggung paralel penyembuhan dan recovery," pungkas Nadin.



