AS Ultimatum Presiden Sementara Venezuela: Singkirkan Pengaruh Tiongkok dan Rusia

erabaru.net
17 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Media Amerika Serikat melaporkan bahwa pemerintahan Trump telah memberitahukan kepada presiden sementara Venezuela bahwa jika negara tersebut ingin meningkatkan produksi minyak, syarat utamanya adalah mengusir pengaruh Tiongkok, Rusia, dan kekuatan lainnya, serta memutus hubungan ekonomi dengan mereka.

Menurut laporan ABC News, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui rencana pemerintahan Trump, pemerintah AS telah memberitahukan kepada presiden sementara Venezuela, Rodríguez, bahwa untuk mengekstraksi lebih banyak minyak, Venezuela terlebih dahulu harus mengusir Tiongkok, Rusia, Iran, dan Kuba, serta memutus hubungan ekonomi dengan negara-negara tersebut. 

Selain itu, Venezuela juga harus setuju untuk bekerja sama hanya dengan Amerika Serikat dalam produksi minyak, serta memprioritaskan Amerika Serikat dalam penjualan minyak mentah berat.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada 5 Januari, dalam sebuah pengarahan tertutup kepada anggota Kongres, mengatakan bahwa ia yakin Amerika Serikat dapat memaksa Venezuela untuk mengalah, karena kapal tanker minyak Venezuela saat ini sudah penuh. Ia menyatakan bahwa menurut perkiraan AS, jika Venezuela tidak menjual cadangan minyaknya, negara itu hanya akan mampu bertahan beberapa minggu sebelum bangkrut.

 “Informasi yang saya terima adalah Venezuela sudah tidak dapat lagi memproduksi minyak mentah, karena tidak ada tempat untuk menyimpannya dan tidak ada sarana untuk mengangkutnya,” ujar Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat, Roger Wicker. 

“Semua kapal tanker sudah penuh dengan minyak mentah dan sedang menunggu tujuan yang tepat, berharap bisa menjualnya di pasar terbuka, bukan memberikannya secara gratis kepada Tiongkok (PKT),” tambahnya. 

Pada Selasa malam (6 Januari), Presiden Trump menulis di media sosial bahwa “pemerintahan sementara” Venezuela akan menyerahkan antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat untuk dijual dengan harga pasar. Trump mengatakan bahwa dana tersebut akan berada di bawah kendalinya, “untuk memastikan digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.”

Membersihkan Pengaruh Tiongkok dan Rusia di Belahan Barat

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam wawancara dengan NBC pada 4 Januari menyampaikan peringatan keras kepada kepemimpinan sementara baru Venezuela bahwa negara itu tidak boleh lagi menjadi basis strategis bagi Rusia, Tiongkok, atau Iran.

“Venezuela tidak boleh dijadikan pusat operasi bagi Iran, Rusia, Hizbullah, Tiongkok, dan personel intelijen Kuba yang mengendalikan negara tersebut. Situasi seperti ini tidak boleh berlanjut,” ujar Rubio.

Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat sama sekali tidak akan mengizinkan industri minyak Venezuela jatuh ke tangan kekuatan yang memusuhi Amerika. Ia mempertanyakan mengapa negara-negara seperti Tiongkok atau Rusia, mengingat jarak geografisnya yang jauh, perlu menguasai minyak mentah Venezuela.

“Mereka bahkan tidak berada di benua ini,” kata Rubio. “Kami hidup di sini, dan kami sama sekali tidak akan membiarkan Belahan Barat menjadi basis operasi bagi kekuatan yang memusuhi, menyaingi, dan menentang Amerika Serikat.”

Rencana Tiga Langkah Kebijakan AS terhadap Venezuela

Pada 7 Januari, Menteri Luar Negeri Rubio mengatakan kepada media bahwa Amerika Serikat telah menyusun rencana tiga langkah untuk Venezuela pasca-Maduro: stabilisasi, pemulihan ekonomi, dan transisi kekuasaan.

Rubio menjelaskan bahwa pada tahap pertama, Amerika Serikat akan terus mengendalikan akses terhadap sumber daya minyak Venezuela. Tahap kedua adalah memastikan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika dan negara lain dapat memasuki pasar Venezuela secara adil. Pada tahap transisi terakhir, kekuasaan akan diserahkan, dan rakyat Venezuela akan menentukan sendiri bagaimana mengubah negara mereka.

Laporan gabungan oleh jurnalis Jin Jing / Wen Hui


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026, Ini Tugas dan Wewenangnya
• 22 jam laludetik.com
thumb
Julio Cesar Tak Sabar Rasakan Panasnya Duel Persib vs Persija
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Lemkapi Tegaskan Polri Idealnya Tetap di Bawah Presiden
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Gawat, 22 Desa Hilang Disapu Banjir Sumatra
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Program Listrik Desa Sentuh 77.616 Pelanggan Sepanjang 2025
• 15 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.