GenPI.co - Sebanyak 62 kasus superflu di Indonesia masih dalam batas aman sehingga tidak perlu dikhawatirkan.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan kasus flu selama dua bulan terakhir sudah turun.
"Kasus di Indonesia kan baru 62 yang diperiksa secara laboratorium ya, untuk vaksinnya kita biasa aja, vaksin (influenza) seperti biasa," kata dia, dikutip Jumat (9/1).
Benjamin menjelaskan peningkatan kasus superflu hanya terjadi di awal peralihan musim kemarau ke musim hujan, begitu pula sebaliknya.
"Hari ini kasus flu sudah turun jauh selama dua bulan ini. Dua minggu terakhir kan juga sudah makin turun, jadi flu itu selalu memuncak di awal musim," papar dia.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan superflu sudah ada sejak lama, seperti flu biasa.
Dia memastikan superflu ini tidak mematikan seperti saat covid-19 atau tuberkulosis (TBC).
"Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti covid-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. Influenza H3N2," tutur Budi.
Budi mengungkapkan seperti flu biasa, superflu bisa kembali lagi.
Dia menerangkan setiap musim dingin, kasus virus ini selalu naik di negara empat musim.
Namun, di negara seperti Indonesia tidak terlalu tinggi kenaikannya.
"Itu sebabnya di negara-negara tersebut ada vaksin influenza setiap tahun yang mereka suntikkan," jelas dia.
Budi mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dan imunitas dengan istirahat yang cukup dan olahraga yang rutin.(ant)
Lihat video seru ini:




