CILEGON, KOMPAS.TV – Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Kota Cilegon pada Jumat (3/1/2026) dan berdampak pada ribuan warga.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mencatat, sebanyak 3.227 kepala keluarga (KK) atau 11.814 jiwa terdampak banjir yang tersebar di enam kecamatan, yakni Jombang, Purwakarta, Cilegon, Ciwandan, Citangkil, dan Cibeber.
Baca Juga: Terjadi Lagi, Banjir Bandang Bawa Kayu Gelondongan Terjang Bener Meriah Aceh | BERUT
Banjir terparah terjadi di lingkungan RW 04 Kranggot, Kecamatan Jombang, yang merendam empat RT.
Ketua RW 04 Kranggot, Halawani mengatakan, sejumlah warga terpaksa diungsikan ke musala karena rumah mereka terendam air.
“Ada belasan warga yang kami ungsikan ke musala, khususnya orang tua, bayi, dan balita,” kata Halawani pada KompasTV.
Ia menjelaskan, pihak RW telah berkoordinasi dengan kelurahan, tim kesehatan dari rumah sakit, serta petugas keamanan untuk melakukan pendataan rumah warga dan antisipasi masalah kesehatan.
Bahkan, warga yang melintas di wilayah tersebut harus diseberangkan menggunakan gerobak akibat tingginya genangan air.
“Setiap tahun memang banjir, tetapi kali ini yang paling besar karena air sampai ke jalan utama. Salah satu penyebabnya adalah saluran pembuangan air yang buruk,” katanya.
Sementara itu, banjir di Kecamatan Ciwandan, khususnya di Lingkungan Kepuh, juga disebut warga sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Hujan berintensitas tinggi sejak Jumat pagi 2 Januari 2026 membuat air cepat meluap dan merendam hampir seluruh permukiman warga. Akses jalan lingkungan lumpuh dan hanya dapat dilalui menggunakan perahu.
Warga RT 04/01 Lingkungan Kepuh, Hayati Nufus mengaku banjir kali ini jauh lebih parah dibandingkan sebelumnya.
“Selama ini belum pernah banjir sebesar ini. Dulu air hanya sampai depan pagar, sekarang masuk ke rumah dan merendam semuanya,” ujarnya.
Menurut Nufus, ketinggian air di dalam rumah mencapai dada orang dewasa dengan arus yang sangat deras sehingga membahayakan.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Sokhidin, menegaskan DPRD telah berulang kali mengingatkan pemerintah daerah agar penanganan banjir dilakukan secara serius, terstruktur, dan menyeluruh, sehingga kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak.
Penulis : Deni Muliya Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- Banjir cilegon
- Banjir industri cilegon
- DPRD cilegon
- Pemkot cilegon
- Banjir kota cilegon
- Banjir banten


