Jakarta: Momen pertama ketika bayi yang baru lahir diletakkan di dada ibunya kerap disebut sebagai salah satu pengalaman paling magis dalam proses kelahiran. Namun di balik kehangatan pelukan tersebut, terdapat manfaat medis yang sangat penting bagi keselamatan dan kesehatan bayi.
Skin-to-skin contact atau kontak kulit-ke-kulit bukan sekadar bentuk kasih sayang antara orang tua dan anak. Prosedur ini merupakan langkah awal yang direkomendasikan dalam perawatan bayi baru lahir karena berperan besar dalam membantu bayi beradaptasi dengan dunia luar.
Baca Juga :
Ramai Disebut “Super Flu”, Benarkah Lebih Berbahaya dari Flu Biasa?-
Tips Kesehatan Inkubator Alami Paling Efektif
Bayi yang baru lahir belum memiliki kemampuan optimal untuk mengatur suhu tubuhnya sendiri. Melansir artikel Medcom.id, saat kulit bayi bersentuhan langsung dengan kulit ibu, tubuh ibu secara alami menyesuaikan suhu untuk kebutuhan bayi. Ketika bayi merasa kedinginan, suhu dada ibu akan meningkat. Sebaliknya, saat bayi terlalu hangat, suhu tersebut akan menurun. Mekanisme alami ini menjadikan tubuh ibu sebagai inkubator terbaik bagi bayi di jam-jam pertama kehidupannya. Menstabilkan Fungsi Vital Bayi Manfaat
skin-to-skin contact tidak berhenti pada pengaturan suhu. Kontak langsung ini terbukti mampu menstabilkan detak jantung dan pola pernapasan bayi.
Bayi yang baru keluar dari rahim sering mengalami stres akibat perubahan lingkungan yang drastis. Mendengar detak jantung ibu yang familiar membantu bayi merasa lebih aman, menurunkan hormon stres, serta membuatnya lebih tenang dan jarang menangis. Mendukung Keberhasilan Menyusui Dini
Skin-to-skin contact juga berperan penting dalam keberhasilan inisiasi menyusu dini (IMD). Dalam kondisi ini, bayi secara naluriah akan lebih mudah mencari dan melekat pada payudara ibu. Proses ini membantu kelancaran produksi ASI sekaligus memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi sejak awal kehidupan.
Skin-to-skin contact bukan hanya menjadi peran ibu. Ayah juga sangat dianjurkan melakukan kontak kulit-ke-kulit dengan bayi, terutama jika ibu belum memungkinkan. Sentuhan langsung ini membantu membangun ikatan batin yang kuat antara ayah dan buah hati, serta memberikan rasa aman bagi
bayi.
Baca Juga :
Benarkah Minum Es Bisa Menyebabkan Batuk? Ini Penjelasan Medisnya-Tips Kesehatan
Manfaatkan Golden Hour Satu jam pertama setelah kelahiran, yang sering disebut sebagai golden hour, merupakan waktu paling ideal untuk melakukan
skin-to-skin contact. Orang tua disarankan untuk meminta dokter atau bidan agar bayi dapat diletakkan di dada setidaknya selama satu jam setelah lahir, tanpa interupsi yang tidak mendesak.
Pelukan pertama orang tua bukan sekadar momen emosional, melainkan bentuk perawatan terbaik yang dapat diberikan kepada bayi sejak detik awal kehidupannya.
Skin-to-skin contact adalah obat pertama, alami, dan paling efektif bagi tumbuh kembang buah hati.