Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengapresiasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya di Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan sepanjang tahun 2025.
Ia menyampaikan apresiasi tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Konsolidasi Program Prioritas UPT Kemendikdasmen Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Atas nama Kemendikdasmen, saya menyampaikan terima kasih kepada UPT, Dinas Pendidikan Provinsi/Kota/Kabupaten dan segenap pemangku kepentingan pendidikan di Sulawesi Tenggara yang terus menunjukkan komitmen nyata dalam melakukan sinergi dan kolaborasi,” kata Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Sabtu.
Selain itu, Mu’ti juga menekankan pentingnya keberlanjutan dampak kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan oleh penerima manfaat program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran.
“Proses pembelajaran harus semakin ditingkatkan mutunya. Kami mendorong satuan pendidikan penerima manfaat,” imbuhnya.
Baca juga: Mendikdasmen resmikan revitalisasi 81 sekolah di Sulawesi Tenggara
Ia menambahkan pihaknya juga mendorong setiap guru tidak hanya menjadi agen perubahan, namun juga menjadi agen peradaban.
Pihaknya pun terus berupaya meningkatkan kompetensi guru lewat berbagai pelatihan seperti Program Rekognisi Pembelajaran Masa Lampau (RPL), Pendidikan Profesi Guru, peningkatan kompetensi guru Bimbingan Konseling, Bimbingan Konseling untuk guru-guru non-Bimbingan Konseling, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, serta peningkatan kompetensi lainnya,” sambung Menteri Mu’ti.
Mu’ti menambahkan di tahun 2025 telah dilaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA yang berlangsung baik, serta hasilnya telah diumumkan secara nasional.
“Di tahun 2026, kiranya BPMP dan UPT Kemendikdasmen di daerah khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara dapat mengawal penyelenggaraan pelaksanaan TKA untuk Kelas VI SD dan Kelas IX SMP. “Pelaksanaan Hasil TKA tersebut akan menjadi pertimbangan penerimaan murid baru di jenjang selanjutnya lewat jalur prestasi,” katanya.
Baca juga: Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Sekolah Terdampak Bencana Berjalan, Terapkan Kurikulum Adaptif dan Fleksibilitas Asesmen
Pada kesempatan yang sama, dukungan atas pelaksanaan Rakor disampaikan oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka.
“Selaku Pemerintah Provinsi menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang telah dilaksanakan di Sulawesi Tenggara. Kami terus berkomitmen meningkatkan sumber daya manusia serta perluasan akses pendidikan,” kata Andi.
Baca juga: Mendikdasmen bersama siswa deklarasi Gerakan Rukun Sama Teman di Garut
Ia menyampaikan apresiasi tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Konsolidasi Program Prioritas UPT Kemendikdasmen Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Atas nama Kemendikdasmen, saya menyampaikan terima kasih kepada UPT, Dinas Pendidikan Provinsi/Kota/Kabupaten dan segenap pemangku kepentingan pendidikan di Sulawesi Tenggara yang terus menunjukkan komitmen nyata dalam melakukan sinergi dan kolaborasi,” kata Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Sabtu.
Selain itu, Mu’ti juga menekankan pentingnya keberlanjutan dampak kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan oleh penerima manfaat program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran.
“Proses pembelajaran harus semakin ditingkatkan mutunya. Kami mendorong satuan pendidikan penerima manfaat,” imbuhnya.
Baca juga: Mendikdasmen resmikan revitalisasi 81 sekolah di Sulawesi Tenggara
Ia menambahkan pihaknya juga mendorong setiap guru tidak hanya menjadi agen perubahan, namun juga menjadi agen peradaban.
Pihaknya pun terus berupaya meningkatkan kompetensi guru lewat berbagai pelatihan seperti Program Rekognisi Pembelajaran Masa Lampau (RPL), Pendidikan Profesi Guru, peningkatan kompetensi guru Bimbingan Konseling, Bimbingan Konseling untuk guru-guru non-Bimbingan Konseling, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, serta peningkatan kompetensi lainnya,” sambung Menteri Mu’ti.
Mu’ti menambahkan di tahun 2025 telah dilaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA yang berlangsung baik, serta hasilnya telah diumumkan secara nasional.
“Di tahun 2026, kiranya BPMP dan UPT Kemendikdasmen di daerah khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara dapat mengawal penyelenggaraan pelaksanaan TKA untuk Kelas VI SD dan Kelas IX SMP. “Pelaksanaan Hasil TKA tersebut akan menjadi pertimbangan penerimaan murid baru di jenjang selanjutnya lewat jalur prestasi,” katanya.
Baca juga: Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Sekolah Terdampak Bencana Berjalan, Terapkan Kurikulum Adaptif dan Fleksibilitas Asesmen
Pada kesempatan yang sama, dukungan atas pelaksanaan Rakor disampaikan oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka.
“Selaku Pemerintah Provinsi menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang telah dilaksanakan di Sulawesi Tenggara. Kami terus berkomitmen meningkatkan sumber daya manusia serta perluasan akses pendidikan,” kata Andi.
Baca juga: Mendikdasmen bersama siswa deklarasi Gerakan Rukun Sama Teman di Garut




