Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, OKU Timur
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia sepanjang periode 11 Januari 2026.
Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, bencana yang terjadi masih didominasi bencana hidrometeorologi basah, terutama banjir.
Di Provinsi Sumatera Selatan, banjir melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur setelah hujan dengan intensitas sangat lebat mengguyur wilayah tersebut.
Curah hujan tinggi yang terjadi secara merata di OKU Timur dan wilayah sekitarnya memicu banjir bandang kiriman serta luapan air sungai.
Akibat kejadian tersebut, empat kecamatan terdampak, yakni Belitang III, Belitang II, Semendawai Suku III, dan Belitang Mulya. Total terdapat 23 desa yang terendam banjir, terutama di wilayah dataran rendah dan sepanjang aliran sungai.
Pada awal kejadian, ketinggian muka air dilaporkan mencapai sekitar 150 sentimeter. Genangan air merendam permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat, dengan tingkat keparahan bervariasi, mulai dari halaman rumah hingga masuk ke dalam bangunan tempat tinggal.
Banjir ini berdampak pada sekitar 1.359 kepala keluarga, dengan jumlah rumah terdampak diperkirakan mencapai 1.359 unit.
Sejumlah desa mencatat dampak cukup signifikan, antara lain Desa Bangun Rejo, Kemuning Jaya, Raman Jaya, Batu Mas, serta beberapa desa lainnya di wilayah Belitang dan Semendawai.
Hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun kerugian materiil cukup besar akibat terendamnya rumah dan perabotan warga.
Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Kabupaten OKU Timur langsung berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sumatera Selatan dan instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat.
Tim BPBD diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan, evakuasi warga terdampak, menyiagakan mobil dapur umum, serta mendirikan posko kesehatan.
Sebagai bentuk dukungan, BPBD Provinsi Sumatera Selatan bersama BPBD Kabupaten OKU Timur telah menyalurkan bantuan logistik berupa sekitar 500 paket sembako dari Gubernur Sumatera Selatan kepada warga terdampak banjir.
Saat ini, kondisi banjir di wilayah terdampak dilaporkan mulai berangsur surut, dengan ketinggian muka air sekitar 20 sentimeter. Warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan dan pemulihan.
Meski demikian, BPBD provinsi dan kabupaten tetap bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan, mengingat status siaga darurat banjir dan tanah longsor masih berlaku di Provinsi Sumatera Selatan.
BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan banjir dan cuaca ekstrem, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari pemerintah daerah serta BNPB, menjaga kebersihan saluran air, dan segera melapor kepada aparat setempat jika terjadi kondisi darurat.
Editor: Redaksi TVRINews




