REPUBLIKA.CO.ID, SARAJEVO -- Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menggelar pertemuan dengan Menhan Bosnia dan Herzegovina Zukan Helez di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Bosnia dan Herzegovina, Sarajevo, Ahad (11/1/2026). Kunjungan bilateral tersebut bertujuan untuk memperkuat hubungan serta menjajaki pengembangan kerja sama strategis di bidang pertahanan antara kedua negara.
Dalam diskusi pertahanan, kedua Menhan membahas dinamika lingkungan strategis regional dan global. Sjafrie dan Helez menegaskan pentingnya kerja sama pertahanan dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan keamanan dunia.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Presiden Erdogan Terima Kunjungan Sugiono dan Sjafrie di Istana Dolmabahce
- Menhan Sjafrie Dapat Cenderamata Helm Pilot Jet Tempur KAAN
- Masa Tugas di Indonesia Berakhir, Dubes Palestina Pamitan ke Sjafrie
Menhan Sjafrie menyampaikan, kedatangannya kali ini merupakan kunjungan balasan. Hal itu Menhan Helez pernah ke kantornya di sela Indo Defence pada medio Juni 2025.
"Hari ini kami mengadakan pertemuan yang produktif dan konstruktif, dan kami menegaskan rasa saling menghormati dan komitmen bersama kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama pertahanan bilateral," kata Sjafrie dikutip dari Sarajevo Times.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut dia, kedua pihak bertukar pandangan tentang dinamika keamanan regional dan global. Sjafrie dan Helez sepakat bahwa kerja sama pertahanan merupakan pilar penting untuk menjaga perdamaian dan stabilitas serta membangun kepercayaan antar negara.
"Indonesia tetap berkomitmen untuk membangun kemitraan berdasarkan saling percaya, menghormati kedaulatan, dan kepentingan bersama. Kami percaya bahwa pertemuan hari ini merupakan langkah penting menuju pencapaian kerja sama yang lebih kuat dan jangka panjang antara kedua negara kita," kata Sjafrie.
Sedangkan Menhan Helez menekankan, Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia, dan termasuk di antara 10 kekuatan militer terkuat di dunia. Dia pun mengapresiasi rencana Kemenhan RI menunjuk atase pertahanan di Bosnia, yang sekarang masih merangkap berkedudukan di Serbia.
"Kami membahas beberapa topik penting hari ini, dan salah satu isu kuncinya adalah pembentukan atase militer (Indonesia) tetap, karena sampai sekarang atase militer dari Beograd juga mencakup Bosnia dan Herzegovina," ucapnya.
"Kami juga memiliki kerja sama di bidang industri khusus, dan kami akan mengunjungi Pretis di Vogosca. Kami menyimpulkan bahwa industri khusus kami termasuk yang terbaik di dunia, dengan tradisi yang panjang, dan bahwa para insinyur dan ahli kami dapat mentransfer pengetahuan berharga ke industri pertahanan Indonesia," ujar Helez melanjutkan.


