Rencana OJK Hapus KBMI 1 Dinilai Upaya Perkokoh Stabilitas Industri Perbankan

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kebijakan OJK ini adalah upaya strategis untuk memperkokoh stabilitas industri.

Rencana OJK Hapus KBMI 1 Dinilai Upaya Perkokoh Stabilitas Industri Perbankan. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat struktur perbankan melalui peningkatan modal inti pada Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 1 (modal inti hingga Rp6 triliun) diprediksi akan berjalan mulus.

Pengamat Perbankan sekaligus Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai kebijakan ini adalah upaya strategis untuk memperkokoh stabilitas industri.

Baca Juga:
OJK Sebut Masih Ada BPR/S yang Belum Penuhi Modal Inti Rp6 Miliar

Trioksa menjelaskan, fokus utama regulator saat ini adalah mendorong bank-bank kecil agar segera melakukan konsolidasi atau menambah setoran modal. Seehingga, bisa naik kelas ke KBMI 2 (modal inti di atas Rp6 triliun hingga Rp14 triliun).

"Bila melihat dari kebijakannya, OJK ingin mendorong peningkatan modal, sehingga berada di KBMI 2 untuk memperkuat stabilitas industri perbankan, sehingga bank-bank yang masih berada di KBMI 1 perlu melakukan konsolidasi atau peningkatan modal inti sehingga berada di level KBMI 2," ujarnya kepada IDXChannel, Senin (12/1/2026).

Baca Juga:
BTN Perkuat Modal Inti Rp2 Triliun Lewat Shareholder Loan, CAR Dijaga di Level 18–19 Persen

Kekhawatiran mengenai terganggunya penyaluran kredit di daerah akibat kebijakan ini dinilai tidak akan terjadi. Sebab, Bank Pembangunan Daerah (BPD) mendapatkan pengecualian khusus dari aturan modal inti tersebut, sehingga fungsi intermediasi di level daerah dipastikan tetap stabil.

Baca Juga:
Modal Inti Superbank (SUPA) Tembus Rp7,61 Triliun, Resmi Huni KBMI II

Terkait persaingan usaha, Trioksa berpendapat penggabungan atau peningkatan status KBMI 1 tidak akan mengubah lanskap kompetisi secara signifikan. Hal ini dikarenakan dominasi pasar saat ini masih dipegang oleh bank-bank besar di KBMI 3 dan KBMI 4.

Meski isu penutupan atau penggabungan bank kerap memicu sentimen negatif, Trioksa mengamati hingga saat ini kondisi pasar masih sangat kondusif.

Menurutnya, tidak ditemukan tanda-tanda kepanikan di kalangan nasabah yang mengarah pada penarikan dana besar-besaran (rush money).

"Sampai saat ini, masih belum terlihat adanya kepanikan yang berdampak pada rush, menurut saya, akan berjalan smooth. Menurut saya, bank akan didorong untuk konsolidasi atau peningkatan modal intinya, dan akan berjalan smooth," katanya.

Dengan proyeksi tersebut, transisi perbankan menuju struktur modal yang lebih kuat di 2026 ini diharapkan menjadi fondasi yang lebih kokoh bagi ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi ketidakpastian global.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pelayanan Publik di Sumedang Peringkat Satu Nasional
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
BRIN Fokus Riset Ketahanan Pangan, Kebencanaan, dan Teknologi Strategis pada 2026
• 22 menit lalupantau.com
thumb
KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Ancam Kuba: Buat Kesepakatan atau Hadapi Konsekuensi
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kapan Waktu yang Tepat Berhubungan Seks Agar Cepat Hamil?
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.