Bahaya Anemia Saat Hamil dan Dampaknya bagi Kesehatan Ibu dan Anak

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Anemia pada kehamilan bukan sekadar masalah kurang darah yang bisa dianggap ringan. Menurut Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr. Ade Jubaedah, S.SiT, MM, MKM, kondisi anemia pada ibu hamil dapat memperburuk jalannya kehamilan dan menimbulkan berbagai risiko serius, baik bagi ibu maupun bayi yang dikandungnya.

Ibu hamil dengan anemia berisiko melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), bayi prematur, hingga kemungkinan terjadinya kelainan kondisi kesehatan lainnya. Tidak hanya berdampak pada bayi, anemia juga berbahaya bagi ibu karena dapat meningkatkan risiko perdarahan pascapersalinan yang berujung pada kematian ibu.

Anemia pada Kehamilan Jadi Ancaman Serius bagi Ibu dan Bayi

Kondisi inilah yang turut berkontribusi pada masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, serta menjadi salah satu faktor penyebab stunting. Oleh karena itu, anemia bukan hanya persoalan kesehatan individu perempuan, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan hidup, kualitas generasi masa depan, serta upaya mewujudkan Generasi Emas 2045.

“Yang paling utama bagaimana mempersiapkan calon ibu, mulai dari masa remaja, calon pengantin, dan juga ibu hamil yang bebas anemia,” ucap Ade dalam acara talkshow bersama Danone Specialized Nutrition Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan, peran bidan sangat penting dalam mendampingi perempuan sejak sebelum kehamilan. Pendampingan dilakukan mulai dari observasi calon pengantin, pemantauan status gizi ibu hamil, hingga deteksi dini komplikasi obstetrik. Pendampingan pun dilakukan secara berkelanjutan.

“Mendampingi selama 3 bulan. Jika ini ada masalah, maka segera melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain, apakah dengan obgyn, atau juga tenaga ahli lainnya,” imbuhnya.

Selain pemantauan kehamilan rutin, pemenuhan nutrisi juga menjadi kunci penting. Ibu hamil perlu memastikan asupan gizi yang cukup, baik makronutrien maupun mikronutrien, sesuai kebutuhan selama kehamilan. Sebab, pemeriksaan kehamilan saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan asupan nutrisi seimbang.

Dengan pendampingan yang optimal, kolaborasi tenaga kesehatan, serta pemenuhan nutrisi yang tepat, anemia pada kehamilan dapat dicegah sejak dini. Upaya ini diharapkan mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta menjadi fondasi penting dalam mencegah stunting dan menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Siap-Siap! SPBU Swasta Bakal Diwajibkan Beli BBM dari Pertamina
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Sedia Payung Sekarang, Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan Seharian, Begini Prediksi BMKG
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Banjir Rendam 556 Rumah Warga hingga RSUD di Serang
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Jaksa Tolak Serahkan Laporan Kerugian Negara ke Pihak Nadiem, Takut Disalahgunakan
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Banjir Rendam 13 Kecamatan di Pandeglang, Ribuan Warga Mengungsi
• 31 menit lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.