REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Pentingnya vaksinasi influenza kembali menjadi sorotan utama di tengah ancaman penyebaran virus super flu atau Influenza A (H3N2) subclade K. Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) mengatakan vaksin influenza hingga saat ini tetap menjadi bentuk perlindungan terbaik bagi masyarakat untuk menangkal infeksi virus tersebut.
"Varian ini bukan virus baru, melainkan bagian dari influenza musiman yang mengalami mutasi genetik sehingga lebih mudah menular. Influenza sendiri merupakan virus yang terus berevolusi, sehingga kemunculan varian baru merupakan hal yang lazim terjadi," kata Pengurus Pusat PAMKI dr Anis Karuniawati pada Selasa (13/1/2026).
- Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Pancaroba Agar Terhindar dari Super Flu
- Buku Broken Strings Karya Aurelie Moremans Dibuat dalam Bentuk Cetak
- BTS Bakal Guncang Jakarta 26-27 Desember 2026, Army Siap War Tiket?
Anis mengatakan meskipun virus dapat bermutasi, vaksin influenza masih memberikan perlindungan silang yang bermanfaat. Selain vaksinasi, langkah pencegahan sederhana tetap sangat efektif, antara lain mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat ramai, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, beristirahat di rumah bila mengalami gejala flu, serta segera mencari pertolongan medis apabila gejala memburuk.
Dalam beberapa pekan terakhir, katanya, dunia kembali menaruh perhatian pada meningkatnya kasus influenza musiman yang oleh media internasional kerap disebut sebagai “super flu”. Menyikapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan terhadap varian influenza yang saat ini beredar.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Dia menjelaskan, istilah “super influenza” bukan merupakan istilah medis resmi. Istilah tersebut digunakan secara populer untuk menggambarkan virus influenza yang menyebar dengan cepat, terutama yang disebabkan oleh varian influenza A (H3N2) subclade K.
"Para ahli menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat bukti ilmiah bahwa varian tersebut menyebabkan penyakit yang jauh lebih berat dibandingkan influenza musiman pada umumnya," katanya.
Gejala yang muncul masih serupa, ujarnya, antara lain demam, batuk dan pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, serta lemas dan kelelahan. Namun, karena daya penularannya tinggi, jumlah kasus dapat meningkat dengan cepat, terutama pada kelompok rentan.
Di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Australia, musim influenza tahun ini tercatat datang lebih awal dan lebih intens dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kunjungan ke fasilitas kesehatan serta rawat inap akibat infeksi saluran pernapasan.
Di Indonesia, katanya, Kementerian Kesehatan melaporkan telah ditemukan sejumlah kasus influenza varian ini di beberapa provinsi. Pemerintah memastikan bahwa situasi masih terkendali, namun penguatan surveilans epidemiologi terus dilakukan melalui rumah sakit dan puskesmas sentinel.
"Satu kasus kematian yang dikaitkan dengan varian influenza ini juga telah dilaporkan, dengan catatan pasien memiliki penyakit penyerta yang memang diketahui dapat memperberat perjalanan penyakit influenza," katanya.
Pihaknya mengingatkan bahwa influenza kerap dianggap sebagai penyakit ringan, padahal pada kondisi tertentu dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia; perburukan penyakit kronis seperti sakit jantung, paru, diabetes; dehidrasi berat, hingga kematian, terutama pada kelompok berisiko tinggi.
"Kelompok tersebut meliputi lansia, anak-anak, ibu hamil, penderita penyakit kronis, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah," kata dia.
Anis pun berpesan untuk masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tidak panik, namun tetap waspada dan disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Bagi tenaga kesehatan dan pemerintah, PAMKI menekankan pentingnya penguatan surveilans molekuler dan penerapan pendekatan One Health. Dengan kerja sama antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah, dia berharap penyebaran influenza dapat ditekan dan dampak kesehatannya diminimalkan.
A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)

