tvOnenews.com - Fenomena seseorang yang rajin bershalawat namun belum menunaikan shalat kerap memunculkan perdebatan di tengah masyarakat.
Sebagian mempertanyakan nilai ibadah tersebut, sementara yang lain melihatnya sebagai pintu awal menuju kebaikan.
Dalam salah satu kajiannya, Gus Baha memberikan penjelasan mendalam terkait persoalan ini dengan merujuk pada kisah di zaman Rasulullah SAW.
Gus Baha mengawali penjelasannya dengan mengisahkan seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal memiliki kebiasaan buruk, namun tetap menunjukkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Sosok tersebut bernama Abdullah, yang oleh teman-temannya sering dipanggil Khimar.
Abdullah atau Khimar dikenal sebagai pribadi yang ceria dan kerap membuat Rasulullah SAW tertawa.
Namun di sisi lain, ia juga memiliki kebiasaan mabuk-mabukan, bahkan pernah melakukannya di Masjid Nabawi.
- tvOnenews - Gigih Wahyuningsih
Suatu ketika, Khimar ditanya mengapa ia mabuk di masjid Rasulullah SAW, bukan di tempat lain seperti terminal atau jalanan.
Jawaban yang disampaikannya justru mengandung makna yang dalam.
"Setiap ditanya 'Kamu itu orang fasik kok gak di terminal atau di jalanan, tapi kok malah di masjid?'" ucap Gus Baha menerangkan.
Khimar menjelaskan bahwa ketika ia tidak melihat Rasulullah SAW, hatinya justru terasa gelisah.
Begitu pula saat ia tidak mabuk, kegelisahan itu tetap muncul.
Bagi Khimar, berada dekat dengan Nabi SAW memberikan ketenangan tersendiri, meskipun dirinya masih terjerumus dalam maksiat.
- Pexels/Thirdman
Rasulullah SAW, sebagai pemimpin yang adil dan profesional, tetap menegakkan hukum.
Walaupun Khimar adalah santrinya dan dicintai, setiap kesalahan tetap mendapatkan sanksi.
Dalam kasus mabuk-mabukan, Al-Quran tidak menyebutkan batasan hukuman secara rinci, sehingga Rasulullah SAW menjatuhkan hukuman sesuai kebijaksanaan beliau.
Dalam beberapa riwayat, Khimar pernah dihukum cambukan antara 20 hingga 80 kali menggunakan alat sederhana.
"Barid itu pelepah kurma dan ni'al itu sandal," terang Gus Baha.
Suatu hari, seorang sahabat menegur Khimar dengan keras dan melontarkan laknat kepadanya.
Ucapan tersebut justru membuat Rasulullah SAW murka dan langsung menegur sahabat itu.



