Panas! Iran Sebut AS Cari Dalih Intervensi Militer

detik.com
23 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat (AS) berupaya menciptakan dalih untuk melakukan intervensi militer. Pandangan ini dikeluarkan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil "tindakan keras" atas penindakan brutal terhadap protes massal.

"Fantasi dan kebijakan AS terhadap Iran berakar pada perubahan rezim, dengan sanksi, ancaman, kerusuhan yang direkayasa, dan kekacauan sebagai modus operandi untuk menciptakan dalih bagi intervensi militer," demikian unggahan Iran di PBB di X sebagaimana dilansir AFP, Rabu (14/1/2026).

Iran juga menegaskan "strategi" Washington akan "gagal lagi".

Baca juga: Iran Makin Memanas hingga Bikin Waswas

Sebelumnya, Iran menuduh AS dan Israel mengerahkan anggota kelompok teroris ISIS (Daesh) ke dalam wilayahnya untuk melakukan serangan terhadap warga sipil dan personel keamanan. Tuduhan tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi.

Dilansir Anadolu Agency, Selasa (13/1) Mousavi menyebut pengerahan itu dilakukan menyusul kegagalan Washington dan Tel Aviv dalam apa yang ia gambarkan sebagai "perang 12 hari" melawan Iran baru-baru ini.

Mousavi menuding anggota ISIS, yang ia sebut sebagai "tentara bayaran", dikirim ke Iran untuk melancarkan aksi kekerasan yang menargetkan masyarakat sipil serta aparat keamanan.

"Iran tidak akan mentolerir pelanggaran kedaulatan atau integritas wilayahnya," kata Mousavi.

Baca juga: Trump Minta Warga Iran Demonstrasi Terus: Bantuan dalam Perjalanan

Hingga kini, baik Amerika Serikat maupun Israel belum memberikan tanggapan langsung atas tuduhan tersebut. Iran sendiri tengah diguncang gelombang protes anti-pemerintah sejak bulan lalu, seiring memburuknya kondisi ekonomi dan melemahnya mata uang nasional, rial.

Nilai tukar rial dilaporkan merosot hingga 145.000 per dolar AS, yang berdampak pada melonjaknya harga kebutuhan pokok. Sejumlah pejabat Iran sebelumnya juga menuding AS dan Israel berada di balik dukungan terhadap pihak-pihak yang mereka sebut sebagai "perusuh bersenjata" di dalam negeri.

Baca juga: Trump Bakal Kenakan Tarif 25% untuk Negara yang Berbisnis dengan Iran




(zap/yld)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hakim: Djunaidi Nur Terbukti Beri Suap Rp 2,5 M ke Eks Dirut Inhutani V
• 17 jam laludetik.com
thumb
Kritik Penanganan Bencana Berujung Ancaman! Aktivis Greenpeace dan YouTuber Lapor Bareskrim
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Kantor DJP Digeledah KPK, Menkeu Tegaskan Pegawai Tetap Didampingi Hukum
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kasus Tambang di Kawasan Hutan Konawe Utara, Kejagung Belum Tetapkan Tersangka
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Rencana RI Impor Energi Tanpa Tender dari AS, Pemerintah Konsultasi ke KPK
• 13 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.