Xabi Alonso Resmi Tinggalkan Real Madrid, Akhiri Masa Kepelatihan Setelah Kekalahan di Final Piala Super

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Karier Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid resmi berakhir lebih cepat dari yang diharapkan, usai diumumkan tidak lagi menjabat pada Senin malam, 12 Januari 2026.

Keputusan ini diambil kurang dari 24 jam setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, yang menjadi puncak kekecewaan manajemen terhadap performa tim di bawah kepemimpinannya.

Performa Menurun dan Ruang Ganti Tak Terkendali

Sejak November 2025, performa Real Madrid mengalami penurunan drastis. Dari 14 pertandingan terakhir di semua kompetisi, Los Blancos hanya meraih 7 kemenangan.

Hasil tersebut berdampak langsung pada posisi mereka di klasemen La Liga, di mana Madrid harus rela kehilangan posisi puncak setelah disalip oleh rival abadinya, Barcelona.

Tak hanya dari sisi hasil, Alonso juga disebut mengalami kesulitan dalam menjaga stabilitas ruang ganti tim.

Perselisihan dengan beberapa pemain dilaporkan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong manajemen mengambil langkah tegas untuk mengakhiri kerja sama lebih awal.

Padahal, Alonso sempat dipandang sebagai sosok ideal untuk membangun kembali kejayaan Real Madrid.

Ia didatangkan ke Santiago Bernabéu setelah sukses besar bersama Bayer Leverkusen di Bundesliga Jerman.

Namun, ekspektasi tinggi selama tujuh bulan kepemimpinannya di Madrid gagal diwujudkan secara konsisten.

Surat Perpisahan Penuh Respek dan Rasa Syukur

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa, 13 Januari 2026, Alonso menyampaikan perpisahan kepada klub, pemain, dan para penggemar Madrid.

"Fase profesional saya sudah selesai, dan tidak berakhir seperti yang kita inginkan. Melatih Real Madrid merupakan kehormatan dan tanggung jawab besar," tulisnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.

"Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama seluruh penggemar Madrid atas dukungan serta kepercayaan mereka. Saya pergi dengan rasa bangga, respek, dan puas karena telah melakukan yang terbaik," tambahnya.

Meskipun harus meninggalkan klub lebih cepat, Alonso tetap menghargai kesempatan yang diberikan dan tidak menyimpan penyesalan.

Ia menyebut melatih klub yang pernah membesarkan namanya sebagai pemain adalah momen yang sangat berharga dalam perjalanan kariernya.

Selama menjadi pelatih Real Madrid, Xabi Alonso mencatatkan 24 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 6 kekalahan di semua kompetisi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BMKG Peringatkan Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Gelombang Tinggi di NTT
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jadi Karya Ridwan Kamil hingga Pernah Dikunjungi Jokowi, Teras Cihampelas di Bandung Bakal Dibongkar Dedi Mulyadi
• 2 jam lalugrid.id
thumb
BUMN Rugi tapi Elit Minta Bonus, DPR: Ini Masalah Etika Kepemimpinan
• 7 jam lalumerahputih.com
thumb
Langkah Tegas PTBA Berantas Penambang PETI
• 45 menit lalubisnis.com
thumb
Manfaat Nanas Muda, Benarkah Bisa Mencegah Kehamilan?
• 3 jam lalutheasianparent.com
Berhasil disimpan.