Bajak Laut Modern Masih Mengancam Perdagangan Maritim Global

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Bajak laut kerap dipahami sebagai bagian dari masa lalu. Gambaran kapal layar kayu, bendera hitam bergambar tengkorak, dan perompakan di Laut Karibia masih melekat kuat dalam imajinasi publik.

Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Di era modern, bajak laut masih aktif beroperasi dan menjadi ancaman serius bagi perdagangan maritim global.

Dalam tiga dekade terakhir, hampir 13.000 serangan bajak laut tercatat menyerang kapal aktif di berbagai perairan dunia. Fakta ini menegaskan bahwa pembajakan laut bukan sekadar cerita sejarah, melainkan persoalan nyata yang terus membayangi arus distribusi barang internasional.

Perbedaan utama antara bajak laut masa lalu dan masa kini terletak pada target dan metode. Bajak laut modern tidak lagi memerangi pemerintah atau bersembunyi di pulau terpencil. Mereka justru mengincar kapal kargo, baik dengan mencuri sebagian muatan maupun membajak kapal secara penuh untuk meminta tebusan. Peti emas telah berganti menjadi kontainer besar berisi barang dagangan bernilai tinggi.

Analisis data serangan bajak laut periode 1993–2024 menunjukkan tren yang relatif menurun. Pada 2023, International Chamber of Commerce (ICC) mencatat 194 insiden pembajakan dan perompakan laut, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya dan jauh menurun dibandingkan puncak krisis pembajakan global pada akhir 2000-an. Sejak 2010, jumlah serangan yang berujung pada pembajakan kapal penuh cenderung stabil atau menurun, seiring meningkatnya pengamanan kapal dan patroli internasional.

Secara geografis, serangan bajak laut tidak tersebar merata. Hampir separuh insiden terjadi di kawasan Asia Timur dan Pasifik, disusul Afrika Sub-Sahara. Amerika Latin menyumbang porsi yang lebih kecil, dengan konsentrasi utama di wilayah utara Amerika Selatan. Pola ini menunjukkan bahwa pembajakan laut sangat dipengaruhi oleh kepadatan jalur pelayaran global.

Mayoritas serangan terjadi di perairan internasional, dengan jarak rata-rata sekitar 22 kilometer dari garis pantai. Wilayah ini berada di luar yurisdiksi langsung suatu negara, sehingga penegakan hukum menjadi lebih kompleks. Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah insiden tertinggi, diikuti Malaysia, Nigeria, Bangladesh, dan Yaman.

Menurut IMB, kerentanan terhadap pembajakan laut lebih berkaitan dengan faktor geografis dan lalu lintas perdagangan dibandingkan tingkat kesejahteraan suatu negara. Jalur pelayaran strategis seperti Selat Malaka, Laut China Selatan, Terusan Suez, dan Selat Hormuz menjadi titik rawan karena dilalui lebih dari 40 persen perdagangan laut dunia, sehingga memberikan peluang tinggi bagi pelaku kejahatan maritim.

Anggapan bahwa kemiskinan menjadi penyebab utama pembajakan laut juga tidak sepenuhnya terbukti. Beberapa wilayah dengan pendapatan tinggi dan sistem keamanan kuat, seperti perairan sekitar Singapura, tetap pernah mencatat insiden perompakan. Hal ini memperkuat kesimpulan bahwa kepadatan lalu lintas kapal dan karakteristik geografis merupakan faktor penentu utama.

Bajak laut modern dengan demikian masih menjadi ancaman nyata bagi perdagangan global. Meski jumlah insiden menurun dibandingkan satu dekade lalu, aktivitas mereka tetap berfokus pada jalur pelayaran tersibuk dunia.

Selama perdagangan laut menjadi tulang punggung ekonomi global, risiko pembajakan akan terus ada dan menuntut pengawasan serta kerja sama maritim lintas negara yang berkelanjutan. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Bajak Laut Serang Kapal Ikan di Gabon, Empat WNI Diculik


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ari Lasso Doakan Dearly Djoshua Dapatkan Pria yang Bisa Beri Uang Miliaran
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Grab Bidik Potensi Startup Green Tech, Umumkan 5 Pemenang ke Tahap Pilot Project
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Perbandingan Gaji Sri Mulyani di Gates Foundation Vs Saat Jadi Menkeu RI
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Toba Pulp Lestari Bantah Jadi Biang Kerok Kerusakan Hutan Pemicu Bencana Sumatra
• 54 menit lalukatadata.co.id
thumb
Selangkah Lagi Jadi Pramugari Sungguhan, Aeronef Indonesia Beri Khairun Nisa Pendidikan Pramugari 100 Persen Gratis: Kami Ingin Bantu Wujudkan Mimpinya
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.