Menkeu Purbaya Optimalkan Tiga Mesin Ekonomi

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews, Jakarta

Pemerintah mempercepat realisasi Indonesia Emas 2045 melalui integrasi kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan investasi strategis.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 merupakan target nyata yang memerlukan konsistensi lintas generasi. 

Dalam keterangannya, pemerintah kini memfokuskan strategi nasional pada penguatan tiga pilar utama: fiskal, sektor keuangan, dan investasi.

Langkah ini selaras dengan program Asta Cita yang bertujuan memacu pertumbuhan ekonomi tinggi sekaligus menjaga stabilitas nasional. 

Purbaya menekankan pentingnya sinergi antara ketiga sektor tersebut agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh elemen masyarakat.

“Asta Cita menuntut pertumbuhan tinggi, stabilitas nasional, dan pemerataan manfaat pembangunan. Mesin pertumbuhan harus bekerja selaras, baik itu mesin fiskal, sektor keuangan, maupun investasi,” ujar Purbaya sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, Rabu 14 januari 2026.

Reformasi Fiskal dan Moneter 

Dalam aspek fiskal, pemerintah berkomitmen meningkatkan efisiensi belanja negara. Fokus utamanya adalah memastikan setiap anggaran terserap tepat waktu dan tepat sasaran, dengan pengawasan ketat untuk mencegah kebocoran dana.

Selain itu, penguatan koordinasi dengan Bank Sentral menjadi prioritas untuk menyelaraskan kebijakan moneter dan fiskal. Langkah ini diambil guna menciptakan iklim ekonomi yang tangguh terhadap fluktuasi global.

Untuk mengatasi hambatan di sektor riil, pemerintah telah mengoperasikan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis. 

Satgas ini bertugas melakukan debottlenecking atau penguraian hambatan investasi melalui sidang rutin mingguan yang melibatkan pelaku usaha.

“Saya optimis jika sistem fiskal, moneter, dan investasi sudah berjalan dengan baik, akselerasi pertumbuhan kita akan jauh lebih cepat,” tambah Menkeu.

Sebagai instrumen pendukung, APBN 2026 dirancang secara ekspansif namun tetap terukur. Alokasi belanja negara akan difokuskan pada delapan agenda prioritas yang bertujuan 

meningkatkan produktivitas nasional serta memberikan dampak kesejahteraan langsung bagi masyarakat luas.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Siapa Pemain Persib yang Selalu Tampil di Putaran Pertama Super League?
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Divonis 6 Tahun Penjara, Eks Dirkom PGN: Ini Alarm bagi Insan BUMN
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Geledah Kantor PT Wanatiara Persada dalam Kasus Pajak, KPK Amankan Dokumen Kontrak hingga HP
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Michael Carrick Kembali ke Old Trafford, Manchester United Masuki Era Interim
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Pramono Mulai Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.