Libur Nataru, Kegiatan Dunia Usaha di Malang Tumbuh Positif Triwulan IV/2025

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MALANG — Kegiatan Dunia Usaha di wilayah kerja Bank Indonesia (BI) Malang pada triwulan IV/2025 tetap tumbuh positif yang tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 17,36%, meskipun tidak setinggi triwulan III 2025 yang tumbuh sebesar 21,24% karena dipicu momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Kepala Perwakilan BI Malang, Febrina, mengatakan tumbuhnya kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan IV/2025 terjadi seiring dengan peningkatan permintaan pada momen Natal dan Tahun Baru yang didukung oleh stimulus pemerintah, penyelesaian proyek menjelang tutup buku akhir tahun serta cuaca yang lebih kondusif sehingga meningkatkan produktivitas pertanian. 

Tetap tumbuhnya kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan IV/2025 didorong terutama oleh meningkatnya kinerja sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (SBT 7,08%), Perdagangan Besar & Eceran (SBT 5,69%), dan Konstruksi (SBT 4,53%).

Investasi pada triwulan IV 2025 terpantau tumbuh positif dengan SBT 10,65%, sedikit lebih tinggi dari triwulan sebelumnya dengan SBT sebesar 10,62%.

Hal ini terjadi seiring dengan peningkatan kapasitas produksi di tengah meningkatnya permintaan pada momen Natal dan Tahun Baru dan cuaca yang cukup kondusif pada sektor pertanian. 

Selain itu, kondisi keuangan pelaku usaha juga tercatat mengalami peningkatan tercermin dari Saldo Bersih (SB) sebesar 13,38%, lebih tinggi daripada triwulan sebelumnya dengan SB sebesar 4,74%. 

Baca Juga

  • Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen
  • Cuaca Ekstrem, 3.000 Hektare Lahan Pertanian di Jawa Timur Gagal Panen
  • TPK Ternate Catat Pertumbuhan Positif Arus Peti Kemas Sepanjang 2025

Meningkatnya kondisi keuangan dunia usaha didorong oleh peningkatan pada kinerja akses kredit, likuiditas, dan rentabilitas.

Pada triwulan I/2026, dia menegaskan, responden memprakirakan kegiatan usaha akan meningkat dengan SBT sebesar 19,50%, lebih tinggi dibandingkan SBT 17,36% pada triwulan IV 2025. 

Terakselerasinya kegiatan usaha tersebut seiring meningkatnya kinerja sektor Perdagangan Besar dan Eceran (SBT 11,95%) dan Industri Pengolahan (SBT 5,99%). Peningkatan ini diprakirakan didorong oleh meningkatnya permintaan pada momen Imlek, Ramadan dan Idulfitri. 

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai fakta tersebut menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga dominan dalam berkontribusi untuk mengerek perekonomian. 

Oleh karena itu penguatan daya beli menjadi kunci perekonomian terus berlari di triwulan I/2026. Hal ini ditunjang dengan momen Ramadan dan Idulfitri pada periode tersebut. 

Harapannya, momen ini akan meningkatkan permintaan dan memunculkan usaha-usaha baru yang akan menopang perekonomian di 2026. 

Menurutnya, situasi ini juga akan mendorong peningkatan penyaluran kredit, dengan usaha yang terus berkembang juga diharapkan dapat membuka kesempatan kerja baru sehingga tingkat pengangguran terus menurun.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menuju Indonesia Emas 2045: PSIB UMM Bedah Ancaman Demografi
• 40 menit laluberitajatim.com
thumb
Jennifer Lawrence Ungkap Perubahan Hidup Setelah Menikah dan Menjadi Ibu
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Harga Emas Hari Ini 14 Januari 2026: Cek Rincian Harga Antam dan Analisisnya
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Gubernur Pramono Pastikan Pembongkaran Tiang Monorel Tak Ada Penutupan Jalur, Dikerjakan Malam Hari
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Dikaitkan dengan Tokoh Bobby di Buku Broken Strings, Roby Tremonti Minta Klarifikasi di Podcast Denny Sumargo, Netizen Menolak Keras!
• 5 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.