Polling kumparan: 64,59% Pembaca Memilih Gaya Parenting Fleksibel

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Berdasarkan hasil polling kumparan yang diadakan pada 29 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026, sebanyak 64,59 persen atau 290 pembaca memilih gaya parenting yang fleksibel sesuai kebutuhan anak.

Terdapat 449 pembaca yang turut berpartisipasi dalam polling ini. Pembaca yang memilih parenting VOC menempati urutan kedua dengan persentase 20,49 persen atau 92 pembaca. Sedangkan, pembaca yang memilih modern parenting berada di urutan terakhir dengan persentase 14,92 persen atau 67 pembaca.

Di tengah gempuran informasi saat ini, gaya parenting anak juga mengalami banyak perkembangan. Gaya parenting berubah seiring bertambahnya ilmu orang tua dengan menyesuaikan kebutuhan mental dan fisik anak.

Dulu, orang tua dikenal dengan gaya asuhnya yang keras dan otoriter sampai mendapatkan julukan parenting VOC. Jenis parenting ini mendisiplinkan anak dengan memberikan hukuman dan menuntut anak menaati perintah tanpa memberikan alasan yang jelas karena anak dianggap belum mengerti. Meski demikian, tujuan orang tua bukan semata memberi hukuman, melainkan melatih kedisiplinan dan kekuatan mental anak.

Di sisi lain, modern parenting yang akhir-akhir ini cukup dikenal luas bertolak belakang dengan parenting VOC. Modern parenting lebih mengedepankan kebahagiaan anak dengan saling menjaga komunikasi.

Seperti gentle parenting, positive discipline parenting, helicopter parenting, ethnoparenting, dan masih banyak lagi. Secara spesifik, pendekatan parenting tersebut berbeda-beda, namun sama-sama lebih mengutamakan sudut pandang anak. Anak tidak dididik satu arah, melainkan ada ruang diskusi yang sama antara orang tua dan anak. Sehingga, anak tahu meski mungkin belum sepenuhnya paham, apa alasan orang tua melakukan sesuatu hal pada dirinya.

Dokter Spesialis Anak, dr. Damar Prasetya Ajie Putra, M.Sc., Sp.A, mengingatkan bahwa sebaiknya parenting tidak dilakukan dengan cara yang ekstrem, melainkan dengan pendekatan yang seimbang agar anak dapat memahami batasan dan juga merasa aman.

Sehingga menurut dr. Damar, terkadang parenting VOC juga diperlukan, terutama yang berkaitan dengan keselamatan anak. Orang tua tidak perlu permisif jika hal itu membahayakan si kecil. Namun, dalam hal-hal lain yang masih bisa dinegosiasikan, sebaiknya orang tua menurunkan ego dan lebih memberi ruang bagi anak untuk mengungkapkan apa yang mereka inginkan.

Reporter: Safina Azzahra Rona Imani


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Jakarta Mulai Surut, BPBD Sebut Sisa Genangan di 3 RT
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Polisi Gagalkan Laboratorium Gelap Etomidate di Apartemen Greenbay
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Kubu Jokowi Desak Roy, Rismon, Tifa Segera Ditahan! Andi : Kalau P21, Artinya Babak Baru Dimulai
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Cerita Atri Hidup di Rusunawa Tebing Tinggi Rp 2.000 Sehari, Sewa Seharga Parkir
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Simak Rekomendasi Trading Saham Berikut Ini Biar Bisa Raup Cuan Maksimal
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.