Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menegaskan peran strategis Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi kreatif nasional yang dimulai dari daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri Ekraf saat meninjau langsung D-HUB Special Economic Zone (SEZ) BSD City, Banten, Selasa, 13 Januari 2026.
Kawasan ini merupakan bagian dari KEK ETKI yang dikembangkan sebagai pusat digital, inkubator perusahaan rintisan, serta pengembangan talenta dan lapangan kerja berkualitas.
"Apa yang sudah diinvestasikan, direncanakan, dan diberikan melalui dukungan pemerintah sebelumnya harus bisa berlanjut. Kami sangat mengapresiasi KEK ETKI yang melihat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah," ujar Teuku Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.
Menurutnya, negara-negara dengan ekonomi kreatif maju umumnya memiliki akar budaya yang kuat dan ekosistem yang berkelanjutan. Karena itu, penguatan kawasan seperti KEK ETKI menjadi penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus mendorong produktivitas talenta kreatif nasional.
KEK ETKI sendiri ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024 dengan fokus sebagai digital hub dan inkubator startup. Di dalam D-HUB SEZ BSD City terdapat fasilitas biomedical campus, co-production, serta inkubator Intellectual Property (IP) yang dinilai memiliki daya tarik investasi tinggi.
Kemudian, Menteri Ekraf juga menekankan pentingnya optimalisasi insentif fiskal dan non-fiskal di kawasan tersebut guna menarik investor, baik domestik maupun global.
Ia menyebut ekosistem yang menawarkan lapangan kerja berkualitas, layanan kesehatan dan pendidikan kelas dunia yang terjangkau, serta pertumbuhan industri kreatif dapat menjadi fondasi kuat bagi D-HUB SEZ BSD City.
"Sebanyak 17 subsektor ekonomi kreatif telah berkontribusi sekitar 9 persen terhadap total realisasi investasi nasional pada 2025. Ini menunjukkan sumber daya manusia Indonesia sudah siap membentuk ekosistem yang membuat iklim investasi semakin menarik," tegasnya.
Karena itu, Kementerian Ekraf mendorong penguatan aktivasi KEK ETKI agar investasi dapat segera masuk ke daerah dan talenta ekonomi kreatif bisa berkembang lebih produktif.
Sementara itu, pengelola KEK ETKI Banten, Sinar Mas Land, menyambut baik kunjungan Menteri Ekraf dan menegaskan komitmennya menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat inovasi, kesehatan, pendidikan, dan industri kreatif berbasis ekosistem digital yang berkelanjutan.
Editor: Redaksi TVRINews





