Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia turut menggandeng negara-negara mitra serta lembaga internasional untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan manusia dan ketahanan nasional.
Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026, Rabu (14/1/2026), Menteri Luar Negeri RI Sugiono menjelaskan bahwa pemerintah memanfaatkan diplomasi untuk pembangunan nasional, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan dan energi. Pendekatan tersebut juga diterapkan dalam pelaksanaan program MBG.
“Guna mendukung makan bergizi gratis, pemerintah menggalang kerja sama dengan The School Meals Coalition, badan-badan terkait, serta negara-negara mitra,” kata Sugiono.
Sugiono menyebut, keberhasilan Indonesia dalam menyediakan makanan bagi lebih dari 55 juta anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui kini menjadi rujukan bagi sejumlah negara lain.
“Lebih dari sekadar program sosial, makan bergizi gratis adalah kesadaran politik bahwa pembangunan manusia menjadi tumpuan kekuatan nasional Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program MBG pada awal pelaksanaannya sempat diragukan banyak pihak dan dinilai tidak mungkin berhasil.
Baca Juga
- Di Hadapan Dubes LN, Menlu Sugiono Pamer Capaian QRIS hingga MBG
- Harga Telur & Daging Ayam Melambung Gegara Harga Pakan & MBG
- Prabowo: Jumlah Penerima MBG Setara 9 Kali Warga Singapura
"Akan tetapi, kini sudah 58 juta penerima manfaat. Kalau Singapura penduduknya 6 juta, berarti kita memberi makan 9 Singapura. Kita kasih makan tiap hari," ujarnya dalam peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Prabowo mencontohkan, program serupa di Brasil hanya mampu menjangkau 41 juta penerima manfaat dalam kurun waktu 11 tahun.
"Kita 58 juta dalam setahun. Yang dianggap tidak mungkin dari segi manajemen, kemudian kita jadi studi kasus bisa hasilkan seperti ini," kata Prabowo.
Presiden menargetkan pada 2026, program makan bergizi gratis dapat menjangkau hingga 82 juta penerima manfaat.





